Pengelola Pasar Baru Sebut Tarif Listrik Mahal Sudah Hasil Kesepakatan Pedagang

Benar, dibebankan bayar listrik Rp 5.000 satu hari perlampu kepada pedagang Pasar Baru

Pengelola Pasar Baru Sebut Tarif Listrik Mahal Sudah Hasil Kesepakatan Pedagang
Warta Kota/Muhammad Azzam
Tanda bukti pembayaran tagihan listrik yang ditunjukkan pedagang Pasar Baru Kota Bekasi. Listrik mencekik. 

SEJUMLAH pedagang Pasar Baru di Jalan Insinyur Juanda, Bekasi Timur Kota Bekasi mengeluhkan mahalnya tarif listrik yang bebankan oleh pihak pengelola.

Pengelola memberi tarif listrik sebesar Rp 5.000 perhari untuk satu lampu.

Ine Herlina, Manager Operasional Pasar Baru Kota Bekasi, membenarkan soal tarif listrik yang dibebankan kepada para pedagang tersebut.

"Iya benar kami bebankan bayar listrik Rp 5.000 satu hari perlampu kepada pedagang Pasar Baru," ujarnya saat dikonfirmasi Warta Kota, pada Kamis (2/8/2018).

Namun, kata Ine tarif listrik yang dibebankan tersebut merupakan hasil kesepakatan para pedagang.

"Kemahalan?, ini kan sudah kesepakatan bersama. Sebelum ditetapkan tarif tersebut kita rapat bersama perwakilan pedagang. Itu juga sudah ada pemberitahuan ke Dinas. Tarif itu juga sudah lama diterapkan, kok baru ada keluhan," ujarnya.

Ia menjelaskan terkait penetapan kenaikan tarif listrik tersebut berdasarkan perhitungan yang matang dan juga pertimbangkan berbagai aspek.

Tanda bukti pembayaran tagihan listrik yang ditunjukkan pedagang Pasar Baru Kota Bekasi. Listrik mencekik.
Tanda bukti pembayaran tagihan listrik yang ditunjukkan pedagang Pasar Baru Kota Bekasi. Listrik mencekik. (Warta Kota/Muhammad Azzam)

"Kita perhitungannya kan buat jaga-jaga kalau para pedagang yang nunggak bayar atau tidak bayar penuh. Ada kan tagihannya 20.000 dia bayar 10.000, ada yang nunggak juga. Jadi tarif segitu antisipasi buat pembayaran ke PLN, kalau engga begitu kita rugi atau bahkan bisa PLN putus aliran listrik," jelasnya.

Selain itu, lanjut Ine besaran tarif tersebut juga sebagai upaya pihaknya membayarkan tunggakan ke PLN yang terjadi beberapa tahun lalu, sebelum dikelola olehnya.

"Besaran tarif listrik itu juga kan untuk bayar tunggakan listrik ke PLN hampir 500 juta saat di kelola oleh pengelola pasar sebelumnya, saat nama Dinasnya yaitu Dinas Perekonomian Raykat (Dispera). Jadi dibebankan ke kita sekarang kita yang cicil 12 kali ke PLN," ucapnya.

Ine menambahkan sejauh ini Pasar Baru dibawah pengelolaanya jauh lebih baik dan tertata.

"Perawatan kita semua yang urusin, PKL sekitar pasar pun juga terbilang sudah jauh lebih baik dan tertata. Termasuk kebersihan pasar," katanya.

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved