Pedagang Pasar Baru Keluhkan Tarif Listrik Rp 5000 Per Hari untuk Satu Lampu

Listrik mahal banget Rp 5 ribu per hari satu lampu, tiga lampu bisa Rp 15 ribu, coba aja kali sebulan.

Pedagang Pasar Baru Keluhkan Tarif Listrik Rp 5000 Per Hari untuk Satu Lampu
Warta Kota/Muhammad Azzam
Pedagang mengeluh karena pembayaran tagihan listrik yang ditunjukkan di Pasar Baru Kota Bekasi melejit tajam. 

KALANGAN pedagang Pasar Baru Kota Bekasi mengeluhkan mahalnya tarif listrik yang bebankan oleh pihak pengelola.

Pengelola memberi tarif listrik sebesar Rp 5 ribu perhari untuk satu lampu.

"Jangan tanya keluhan warga soal harga naik aja mas, ini tanya keluhan kita juga sebagai pedagang. Tuh listrik mahal banget Rp 5 ribu per hari satu lampu, lah kalau tiga lampu bisa Rp 15 ribu, coba aja kali sebulan, berapa tuh," ujar Abay (40) pedagang Blok II Pasar Baru Bekasi, di Jalan Insinyur Juanda, Bekasi Timur saat ditemui beberapa hari lalu.

Tanda bukti pembayaran tagihan listrik yang ditunjukkan pedagang Pasar Baru Kota Bekasi.
Tanda bukti pembayaran tagihan listrik yang ditunjukkan pedagang Pasar Baru Kota Bekasi. (Warta Kota/Muhammad Azzam)

Abay menjelaskan tarif listrik yang terlalu mahal tidak dimasuk akal mengingat lampu yang digunakan itu ber-watt rendah.

"Lah ini lampu kuning gini, paling 10-25 watt. Hitungan dua lampu aja bisa bayar listrik perbulan sekitar 300 ribu. Kalau beli pakai token, cuman dua lampu gitu doang paling habis engga sampai 100 ribu," keluh Abay yang telah berjualan belasan tahun di Pasar Baru.

Sementara pedagang lainnya, yang engga disebutkan namanya mengungkapkan pihak pengelola tidak melakukan diskusi terlebih dahulu kepada seluruh pedagang yang ada.

"Engga ada etikanya, ga sekolah tuh orang (pengelola pasar). Harusnya kasih surat edaran dulu. Ini mah udah naik baru dikasih surat edaran. Mereka (pengelola) juga ajak diskusi dua tiga orang perwakilan pedagang, tapi tetap engga adil dong," katanya.

Ia dalam sehari menggunakan empat lampu sehingga membayarkan listrik sebesar Rp 20 ribu.

"Saya jualan sembako, kalau satu lampu engga cukup. Mangkanya banyak lampunya, coba 20 ribu kali sebulan berapa tuh, 600 ribuan," cetusnya.

Ia menjelaskan pada tahun 2000 tarif listrik hanya seribu rupiah perlampu. Dan uang keamanan serta kebersihan sebesar lima ratus perak atau Rp 500.

"Ya kami, khususnya saya keberatan sekali. Tarif itu kemahalan, apalagi pedagang penghasilan kan engga nentu," paparnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bekasi Makbullah mengungkapkan akan melakukan pengecekan terhadap keluhan pedagang. Mengingat Pasar Baru Kota Bekasi tersebut dikelola oleh swasta sebagai pihak ketiga.

"Perlu kita croscek dulu. Pasar Baru yang kelola pihak ketiga, informasi ini kan akan kita tindaklanjunti," ujar saat dihubungi Warta Kota pada Kamis (2/8/2018).

Tanda bukti pembayaran tagihan listrik yang ditunjukkan pedagang Pasar Baru Kota Bekasi.
Tanda bukti pembayaran tagihan listrik yang ditunjukkan pedagang Pasar Baru Kota Bekasi. (Warta Kota/Muhammad Azzam)
Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help