Pedagang Pasar Baru Keluhkan Tarif Listrik, Disperindag Kota Bekasi Akan Crosscheck

"Kemahalan atau tidak kita tanya pedagang dulu. Kita juga akan tanya ke pengelola. Selama ini belum ada keluhan pedagang yang masuk."

Pedagang Pasar Baru Keluhkan Tarif Listrik, Disperindag Kota Bekasi Akan Crosscheck
Warta Kota/Muhammad Azzam
Tanda bukti pembayaran tagihan listrik yang ditunjukkan pedagang Pasar Baru Kota Bekasi. 

WARTA KOTA, BEKASI--- Pedagang di Pasar Baru Kota Bekasi mengeluhkan tentang tarif listrik yang terlalu mahal.

Oleh karena itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bekasi akan melakukan pengecekan terhadap keluhan pedagang tersebut. 

Alasannya, Pasar Baru Kota Bekasi dikelola oleh swasta sebagai pihak ketika.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bekasi Makbullah.

"Perlu kita crosscheck dulu. Pasar Baru yang kelola pihak ketiga, informasi ini kan akan kita tindaklanjunti," ujar Makbullah saat dihubungi Warta Kota,  Kamis (2/8/2018).

Pasar Baru Kota Bekasi dikelola pihak swasta  yaitu PT Bangun Prima Lestari Kencana di bawah pengawasan Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bekasi.

Baca: Pengelola Pasar Baru Sebut Tarif Listrik Mahal Sudah Hasil Kesepakatan Pedagang

Makbullah mengatakan, selama ini belum ada keluhan yang disampaikan pedagang kepada Disperindag Kota Bekasi,

"Kemahalan atau tidak kita tanya pedagang dulu. Kita juga akan tanya ke pengelola. Selama ini belum ada keluhan pedagang yang masuk, kita tanyain benar nggak nih tarifnya segitu. Pedagang keberatan enggak," ucapnya.

Dia menilai, tarif yang ditetapkan merupakan hak pihak swasta sebagai pengelola. Penetapan tarif itu, kata Makbullan, kemungkinan hasil musyawarah pengelola dengan pedagang.

"Selama ini juga kan belum ada pengaduan atau keluhan pedagang apa pun baik itu melalui RWT maupun kepala unitnya. Kalau mereka berkeberatan silakan ajukan," ucapnya.

"Kalau benar keluhan pedagang itu, kita akan tanya pengelola hitung hitungan penetapan tarif itu seperti apa. Kita juga akan evaluasi," ujar Makbullah lagi.

Baca: Pedagang Pasar Baru Keluhkan Tarif Listrik Rp 5000 Per Hari untuk Satu Lampu

Sebelumnya diberitakan bahwa sejumlah pedagang Pasar Baru di Jalan Insinyur Juanda, Bekasi Timur, Kota Bekasi, mengeluhkan tarif listrik tinggi  dari pengelola pasar.

Pengelola pasar mematok tarif listrik sebesar Rp 5.000 per hari untuk satu lampu.

Peadagang Pasar Baru, Abay (40), mengatakan bahwa  tarif listrik terlalu mahal dan tidak dimasuk akal mengingat lampu yang digunakan itu ber-watt rendah.

"Lah ini lampu bohlam kuning gini, paling 10-25 watt. Hitungan dua lampu aja bisa bayar listrik per bulan sekitar 300.000. Kalau beli pakai token, cuman dua lampu gitu doang paling habis engga sampai 100.000," ucap Abay yang sudah belasan tahun berjualan di Pasar Baru.

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved