Nasib Anas Effendi Jadi Caleg Terancam Gagal, Ada Penjelasan KPU DKI dan Bawaslu DKI

Mantan Wali Kota Jakarta Barat Anas Effendi hingga kini belum menyerahkan surat pengunduran diri sebagai syarat maju menjadi caleg.

Nasib Anas Effendi Jadi Caleg Terancam Gagal, Ada Penjelasan KPU DKI dan Bawaslu DKI
Warta Kota/Theo Yonathan Simon Laturiuw
Mantan Wali Kota Jakarta Barat, Anas Effendi. 

WARTA KOTA, PALMERAH---Surat resmi pernyataan pengunduran diri pegawai negeri sipil (PNS) mantan Wali Kota Jakarta Barat, Anas Effendi, hingga kini belum diserahkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta.

Sehingga ada kemungkinan Anas yang menggebu-gebu ingin maju ke Pemilihan Legislatif (pileg) 2019 terancam gagal.

Baca: PKB Sebut Eks Wali Kota Jakarta Barat Anas Effendi Belum Pensiun dari PNS

"Hingga batas hari pelengkapan data, Anas tak kunjung menyerahkan surat pengunduran diri. Hanya, Anas memberikan selembar surat pernyataan jika dirinya mau mundur dari PNS. Tetapi, surat seperti itu bukan jadi landasan dasar. Surat itu, harus ditandatangani resmi oleh Gubernur DKI Jakarta," kata Betty Epilson Idrus, Ketua KPU DKI Jakarta, kepada awak media, Kamis (2/8/2018).

Selain memberikan surat pernyataan tak resmi pengunduran dirinya, Anas ujug-ujug cuma berikan surat keterangan (SK) pemecatannya.

Baca: Anas Effendi Belum Mengajukan Pensiun Sehingga SK Belum Diproses

Surat ini dianggap Betty tak layak atau tidak bisa menjadi landasan dasar untuk Anas mencalonkan diri Caleg) Daerah Pilihan X Jakarta Barat.

"Tenggat waktu itu hingga 19 September 2018 atau sehari sebelum daftar calon tetap. Maka itu, Anas segera menyerahkan surat resminya. Itu persyaratannya. Jika nanti, batas waktu tak kunjung menyerahkan surat, KPU dapat mencoret Anas sebagai caleg dari partai yang diusungnya Parta Kebangkitan Bangsa (PKB). PKB itu kemudian diberikan pilihan untuk tetap menggunakan data itu atau menggantinya," kata Betty Epilson Idrus, Ketua KPU DKI Jakarta.

Sementara itu, Puadi, Ketua Divisi Hukum dan Penanganan Pelanggaran Bawaslu DKI Jakarta, soal ini menjadi pemantauan.

Sejauh ini pencalonan Anas Effendi berpotensi melanggar administrasi bakal calon legislatif (bacaleg).

Baca: Mantan Wali Kota Jakarta Barat Anas Effendi: Pak Anies Mencopot Saya Lewat Telepon Saja

"Bila pada akhirnya PKB bersikukuh tak juga menyerahkan tambahan surat dari Anas. Maka PKB dapat menggugatnya KPU lewat Bawaslu. Di sini, kami akan menyidangkan via ajudikasi, kemudian keluar melalui amar putusan yang wajib dituruti oleh KPU, partai pengusungnya juga," katanya.

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jakarta, Budihastuti, menyebut hingga terlambatnya waktu tambahan verifikasi, Anas belum menyerahkan surat pengunduran dirinya.

Baca: Anas Effendi Diperiksa Lima Jam, tapi Terbukti Tak Ikut Kampanye Djarot

"Masih belum kami terima pemohonannya. Jadi belum kami proses saat ini," katanya.

Sedangkan Anas tak kunjung merespon, baik via sambungan telepon hingga pesan singkat.

Penulis: Panji Baskhara Ramadhan
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved