Kapolri Jenderal Tito Karnavian Akui Polri Bisa Saingi KPK Akibat Pencitraan Berlebihan

KAPOLRI Jenderal Tito Karnavian mengakui Polri dapat menyaingi KPK terkait kepercayaan publik lantaran pencitraan berlebihan.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian Akui Polri Bisa Saingi KPK Akibat Pencitraan Berlebihan
youtube
Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat berbicara di depan Wisudawan Taruna Akpol. 

KAPOLRI Jenderal Tito Karnavian mengakui Polri dapat menyaingi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kepercayaan publik lantaran pencitraan berlebihan.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengungkapkan kemampuan polri menyaingin KPK itu saat berbicara di wisuda yudisium taruna-taruni Akademi Kepolisian (Akpol) Batalyon Prawira Hirya pada Senin (9/7/2018) lalu.

Akun youtube 'INDONESIA NATIONAL POLICE ACADEMY' mengunggah video berisi sambutan Kapolri Jenderal Tito Karnavian soal Polri mampu menyaingi KPK tersebut secara utuh dengan durasi 3 jam 31 menit 48 detik. 

Tito memulai pidato itu dengan membahas bahwa Batalyon Prawira Hirya adalah perwira intelektual atau perwira para penyandang gelar sarjana terapan kepolisian (S.trk). 

"Polri membutuhkan perwira intelektual yang sarjana karena tantangan tugas. Kita menghadapi lingkungan dengan sistem demoktratisasi," kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian ketika menyampaikan amanatnya.  

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan demoktratisasi membuat kekuasaan berada di tangan rakyat. Berbeda dengan otokrasi di tangan satu orang, atau oligarkhi.

Kepala BIN Budi Gunawan (kiri) berdiskusi dengan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian di sela mengikuti rapat terbatas mengenai terorisme di Kantor Presiden, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (22/5).
Kepala BIN Budi Gunawan (kiri) berdiskusi dengan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian di sela mengikuti rapat terbatas mengenai terorisme di Kantor Presiden, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (22/5). (Warta Kota/Henry Lopulalan)

"Di sistem demokrasi, dimana kekuasaan tertinggi ada pada rakyat, maka apabila komponen bangsa ingin survive, maka harus loyal kepada rakyat," ujar Kapolri Jenderal Tito Karnavian

Oleh karena itu, kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian, polri tidak akan lepas dari loyalitasnya kepada rakyat.

"Polri jika ingin survive maka harus loyal kepada rakyat. Publik trust menjadi penting. Publik legitimate menjadi penting. Publik concern, restu dari publik menjadi penting. Institusi yang tidak dipercaya oleh publik maka akan tumbang. Kita lihat bagaimana tragisnya Saddam Hussein, tragisnya Moammar khadafi. Mereka kehilangan legitimasi publik. Peristiwa 1998 juga jadi gambaran bagi kita dimana kekuatan publik atau people power bisa mengalahkan elemen apapun. Oleh karena itu kita harus mendapatkan public trust," beber Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Mengukur public trust, kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian, salah satunya melalui survei.

Halaman
1234
Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved