Anies Baswedan Ganti JPO dengan Pelican Crossing, Pengamat: Itu Tindakan Ngaco

Menurutnya, Pelican Crossing yang dibuat sebagai pengganti JPO saat ini, justru akan menimbulkan permasalahan baru, yaitu penumpukan lalu lintas.

Anies Baswedan Ganti JPO dengan Pelican Crossing, Pengamat: Itu Tindakan Ngaco
Warta Kota/Henry Lopulalan
Masyarakat mulai mengunakan Pedestrian Light Controlled (Pelican) Crossing karena sudah dimulainya pembongkaran Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Kawasan Bundaran HI, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (30/7/2018). 

PENGAMAT Tata Kota Nirwono Yoga menilai kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang merobohkan jembatan penyeberangan orang (JPO) di depan Bundaran HI, tidak didasari kajian yang matang.

"Ngaco, itu tindakan ngaco, karena tindakan itu tanpa didasari sebuah kajian yang matang terlebih dahulu. Itu kan spontan kebijakannya, tidak ada dasar pertimbangan atau kajian yang dilakukan sebelumnya," ujar Nirwono Yoga saat dihubungi, Rabu (1/8/2018).

Menurutnya, Pelican Crossing yang dibuat sebagai pengganti JPO saat ini, justru akan menimbulkan permasalahan baru, yaitu penumpukan lalu lintas.

Baca: Setuju UAS Dampingi Prabowo, Amien Rais Ungkap Reaksi Orang Muhammadiyah Saat Gus Dur Jadi Presiden

"Itu menimbulkan peningkatan penyeberang di titik itu, jadi ada kemacetan lagi, enggak bener. Jadi masalah penumpukan lalu lintas juga kan?" ucapnya.

Nirwono Yoga sangat menyayangkan dibongkarnya JPO yang dirasa memiliki banyak manfaat, yaitu mengurangi penyeberang di bidang jalan, mengurangi kemacetan, dan mengurangi kecelakaan.

"Sekarang kok malah dibongkar?" tanyanya.

Baca: Kata Rizal Ramli, Cuma Dia dan Anies Baswedan yang Bisa Kalahkan Jokowi

Nirwono Yoga sangat tidak setuju Anies mengatakan JPO mengurangi estetika Patung Selamat Datang.

"Itu enggak masuk akal, kalau dibilang estetika, emangnya itu kumuh? Justru saya rasa bagus loh. Di jembatan orang bisa ambil foto dengan latar belakang patung selamat datang, malah bagus itu kan," paparNirwono Yoga. (*)

Penulis: Anggie Lianda Putri
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help