Alasan Presiden Jokowi Serahkan Pengelolaan Blok Rokan Kepada Pertamina

KEMENTERIAN ESDM RI menunjuk PT Pertamina sebagai pengelola Blok Rokan hingga tahun 2040.

Alasan Presiden Jokowi Serahkan Pengelolaan Blok Rokan Kepada Pertamina
tribunnews
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar saat konferensi pers mengenai penetapan Pertamina sebagai operator Blok Rokan di Kantor ESDM, Jakarta Pusat, Selasa (31/7/2018). 

Selain itu, Chevron mengajukan investasi hingga USD 88 miliar atau setara Rp 1.277 triliun (kurs 1 dollar AS sebesar Rp 14.518) untuk kembali mengelola Blok Rokan selama 20 tahun ke depan hingga 2041.

"Untuk investasinya 10 tahun pertama 33 miliar dollar AS dengan produksi 500 juta barel minyak dan 10 tahun kedua 55 miliar dollar AS untuk produksi 700 juta barel," imbuh Luhut.

Namun diakhir tenggat waktu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia justru menunjuk PT Pertamina sebagai pengelola Blok Rokan hingga tahun 2041.

Sementara, dikutip dari Tribunnews.com berjudul 'Pilih Pertamina Jadi Pengelola Blok Rokan, Pemerintah Lepaskan Chevron' pada tanggal 1 Agustus 2018, Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar, menyebutkan dari dua kandidat yakni petahana, PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) dan PT Pertamina (Persero), pemerintah mempercayakan pengelolaan kepada Pertamina.

"Maka pemerintah lewat menteri ESDM menetapkan pengelolaan Blok Rokan mulai tahun 2021 selama 20 tahun kedepan akan diberikan kepada Pertamina," kata Arcandra di Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Selasa (31/7/2018).

Arcandra menuturkan keputusan tersebut dikaji berdasarkan pertimbangan bisnis dan ekonomi sesuai dengan proposal yang diajukan Pertamina.

Pada proposal tersebut Signature Bonus yang disodorkan Pertamina sebesar 784 juta dolar AS atau sekitar Rp 11,3 triliun dan nilai komitmen pasti sebesar 500 juta dolar AS atau setara Rp 7,2 triliun.

Dengan pengajuan tersebut, Blok Rokan akan memberikan pendapatan negara selama 20 tahun kedepan sebesar 57 miliar dolar AS atau sekitar Rp 825 triliun.

"Setelah mengevaluasi pengajuan proposal Pertamina yang dinilai lebih baik dalam mengelola blok tersebut," tutur Arcandra.

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved