Alasan Presiden Jokowi Serahkan Pengelolaan Blok Rokan Kepada Pertamina

KEMENTERIAN ESDM RI menunjuk PT Pertamina sebagai pengelola Blok Rokan hingga tahun 2040.

Alasan Presiden Jokowi Serahkan Pengelolaan Blok Rokan Kepada Pertamina
tribunnews
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar saat konferensi pers mengenai penetapan Pertamina sebagai operator Blok Rokan di Kantor ESDM, Jakarta Pusat, Selasa (31/7/2018). 

Signature bonus dipaparkannya merupakan dana yang harus dibayarkan kontraktor kepada penerintah sebelum kontrak ditandatangani. Hal ini untuk menunjukkan keseriusan sekaligus kesiapan kontraktor.

Lewat bonus tersebut, pemerintah katanya mendapatkan dana segar sebesar Rp 11,3 triliun dalam bentuk Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP). "Ini bisa jadi PNBP terbesar selama ini dlm satu kali transaksi," tegasnya.

Sementara, potensi pendapatan negara dalam berbagai bentuk selama 20 tahun pengelolaan Blok Rokan mencapai sekitar USD 57 miliar atau setara Rp 825 triliun. Selain itu, kontribusi Pertamina terhadap produksi migas nasional akan melonjak hingga 60 persen.

Thn 2018 kontribusi Pertamina baru 36% dan tahun depan 39%. Pasca 2021, Pertamina layak masuk jajaran world top oil company. Blm lagi multiplier effect yg amat signifikan bagi perekonomian setempat dn nasional. Sesuai ketentuan 10% participating interest mnjadi hak daerah melalui BUMD.

Walau begitu, dirinya menyebutkan tantangan yang bakal dihadapi Pertamina berada pada kestabilan produktivitas migas pasca pengambilalihan. karena seperti diketahui, Blok Rokan memiliki porsi sebesar 26 persen untuk memenuhi kebiy=tuhan migas nasional.

"Tantangan pasca alih kelola adalah mnjaga tingkat produksi, agar kontribusi Blok Rokan sebesar 26% dr total produksi migas nasional ttp terjaga, bhkan ditingkatkan. Kita yakin Pertamina mampu menjawab tantangan itu," tutupnya berharap.

Seperti diketahui sebelumnya, 47 tahun menguras minyak bumi di Blok Rokan Riau, PT Chevron Pasific Indonesia (PCI) harus hengkang pasca berakhirnya kontrak pada tahun tahun 2021 mendatang. Padahal, tawaran yang disampaikan PT PCI lebih seksi dibandingkan pertamina.

Dikutip dari Kompas.com berjudul 'Pertarungan Chevron Vs Pertamina dalam Pengelolaan Blok Migas Rokan' pada tanggal 25 Juli 2018, PT PCI dipaparkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indonesia, Jenderal TNI Luhut Binsar Panjaitan telah mengajukan proposal menggiurkan.

Proposal tersebut berisi pengelolaan Blok Rokan dengan teknologi yang mengadopsi Enhance Oil Recovery (EOR).

"Chevron ini punya teknologi tinggi untuk meningkatkan kapasitas cadangan minyak di Blok Rokan sampai 1,2 miliar barel," ujar Luhut.

Halaman
123
Penulis: Dwi Rizki
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved