Sebagian Besar Pelajar SMK Bhipuri Bolos Sekolah karena Takut Diserang Balik

Hal itu juga dibenarkan oleh Kapolres Tangsel AKBP Ferdy Irawan, setelah jajarannya menyisir SMK Bhipuri Serpong.

Sebagian Besar Pelajar SMK Bhipuri Bolos Sekolah karena Takut Diserang Balik
WARTA KOTA/ZAKI ARI SETIAWAN
Kepala SMK Bhipuri Sutrisno saat ditemui di sekolahnya di Jalan Pelayangan, Serpong, Tangerang Selatan, Rabu (1/8/2018). 

SEHARI setelah tawuran antar-pelajar di Jalan Puspitek Raya, Serpong, Tangerang Selatan, sebagian besar siswa SMK Bhipuri tidak masuk sekolah karena mendapatkan ancaman dari luar.

"Hari ini ada ancaman dari pihak lain, jadi pada takut," ungkap Kepala SMK Bhipuri Sutrisno kepada wartawan, Rabu (1/8/2018).

Hal itu juga dibenarkan oleh Kapolres Tangsel AKBP Ferdy Irawan, setelah jajarannya menyisir SMK Bhipuri Serpong.

Baca: Polisi Sisir SMK Bhipuri Serpong Sehari Setelah Tawuran Berdarah, Sebagian Besar Siswa Bolos

Ia menerangkan, sebagian siswa SMK Bhipuri mendapatkan pesan ancamanan balas dendam atas kejadian yang menimpa lawannya dari SMK Sasmita.

"Karena ada broadcast akan ada upaya pembalasan, sebagian besar tidak masuk," terang AKBP Ferdy.

Salah seorang siswi yang masuk sekolah juga mengungkapkan rasa takutnya setelah peristiwa berdarah yang menyeret nama sekolahnya.

Baca: Pedang yang Tertancap di Pipi Pelajar Tangerang Usai Tawuran Kemarin Bakal Dicabut Hari Ini

"Takut diserang balik saja, padahal kita enggak tahu apa-apa,” kata Safitri, siswi kelas XI SMK Bhipuri.

Menurut KepalaSMK Bhipuri Sutrisno, sekolah yang sudah berdiri sejak 1988 ini sekarang memiliki tiga kelas dengan jumlah siswa kurang dari 100 orang.

Menurut pantauan di lokasi, hanya ada satu kelas yang aktif. Satu kelas tersebut hanya berisikan sekitar belasan pelajar yang mengenakan seragam Pramuka.

Masih Menancap

Halaman
123
Penulis: Zaki Ari Setiawan
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved