Pilpres 2019

Mahfud MD Akui Sering Bertemu Presiden Jokowi

Mahfud MD mengaku sering bertemu dengan Presiden Joko Widodo, namun tak satupun dari pertemuan itu membahas soal Pilpres.

Mahfud MD Akui Sering Bertemu Presiden Jokowi
Kompas TV
Anggota Dewan Pengarah BPIP, Mahfud MD, saat menggelar jumpa pers, Kamis (31/5/2018). 

ANGGOTA Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Mahfud MD mengaku sering bertemu dengan Presiden Joko Widodo, namun tak satupun dari pertemuan itu membahas soal Pilpres. 

   
"Saya sering ketemu Presiden tapi jujur tidak pernah bicara Pilpres," kata Mahfud MD di Jakarta, Selasa (31/7/2018). 
   
Nama Mahfud disebut-sebut potensial dipilih Jokowi sebagai cawapres. Mengenai hal ini Mahfud berulang kali menyatakan menyerahkan sepenuhnya kepada Jokowi. 
   
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu mengatakan Presiden pasti memiliki pertimbangan sendiri dalam menentukan sosok cawapresnya. 

  
Presiden menurutnya, juga memiliki tim intelijen dan tim survei yang bisa memberikan informasi tentang figur-figur cawapres. 
   
Mahfud pun memilih pasif terhadap kemunculan namanya sebagai cawapres Jokowi. 
   
Mahfud juga enggan berandai-andai apabila nanti dirinya ditanyakan Jokowi terkait kesediaannya menjadi cawapres. 
    
"Ya kalau (ditanya) begitu nanti saya jawabnya ke Pak Jokowi saja," kata Mahfud.

Tak akan terlibat

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menegaskan tidak akan terlibat dan tidak akan menjadi pengamat, dalam Pemilihan Presiden 2019.

Pada Pilpres 2014 lalu, Mahfud merupakan Ketua Tim Kampanye Nasional pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

Pada Pilpres 2019 ini, Mahfud mengatakan tidak akan terlibat dan tidak akan menjadi pengamat.

"Enggak jadi pengamat dan enggak terlibat," ujar Mahfud di Kantor APHTN-HAN, Jakarta, Kamis (19/4/2018).

Mahfud juga mengaku sampai saat ini tidak berkomunikasi dengan partai mana pun.

"Enggak ada, enggak ada komunikasi," katanya.

Saat ditanya mengenai pertemuannya dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI), ia mengatakan hanya diundang sebagai tim seleksi.

"Hanya PSI saja, dan itu saya diundang untuk menjadi tim seleksi legislatif," jelasnya.

Mahfud menegaskan bahwa ia tidak menjadi anggota PSI, melainkan sebagai senior yang mendukung.

"Saya tidak menjadi anggota PSI, tetapi saya sebagai senior mendukung, dengan catatan kalau anda jadi wakil rakyat, harus berani memberi jaminan bahwa partai itu tidak korupsi," paparnya. (Antara/Wahyu Firmansyah)

Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help