Hari Pertama Rekayasa Lalu Lintas Asian Games Tak Efektif, PKB Minta Dievaluasi

PKB DKI Jakarta mempertanyakan persiapan dan antisipasi dari Pemprov DKI Jakarta terhadap kebijakan ganjil-genap dan penutupan beberapa pintu tol ini.

Hari Pertama Rekayasa Lalu Lintas Asian Games Tak Efektif, PKB Minta Dievaluasi
Kemacetan di Jalan S Parman, Grogol, Jakarta Barat, Rabu (1/8/2018) pukul 20.30 WIB. (Foto : Heriandi Lim) 

REKAYASA lalu lintas berupa perluasan ganjil-genap dan penutupan beberapa gerbang tol dalam rangka Asian Games 2018 di Jakarta telah resmi diberlakukan mulai hari ini, Rabu (1/8/2018).

Kebijakan rekayasa lalu lintas tersebut berimbas pada kepadatan lalu lintas di sejumlah ruas jalan alternatif menjadi semakin meningkat terutama saat jam-jam sibuk pergi dan pulang kantor.

Kendaraan roda empat yang berpelat nomor genap pada tanggal ganjil seperti hari ini memenuhi jalan-jalan alternatif untuk menghindari sanksi berupa tilang yang diterapkan oleh aparat kepolisian.

Jalan alternatif yang tidak cukup lebar untuk menampung jumlah kendaraan roda empat yang semakin membludak menyebabkan kesemrawutan yang sangat parah.

Hal itu diungkapkan oleh Wakil Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Heriandi Lim kepada Warta Kota, Rabu malam.

"PKB DKI Jakarta mempertanyakan persiapan dan antisipasi dari Pemprov DKI Jakarta terhadap kebijakan ganjil-genap dan penutupan beberapa pintu tol ini. Sampai Rabu malam pukul 20.30 WIB macet masih terjadi dimana-mana, khususnya di wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Barat," ujar Heriandi Lim.

Heriandi Lim kecewa lantaran tidak adanya petugas yang mengatur dan mengurai kemacetan di sejumlah titik kemacetan. Ia mengaku mendapatkan banyak keluhan dari para pengguna jalan terutama dari pelaku bisnis perdagangan karena rute atau trip pengiriman distribusi barang-barang menjadi terganggu.

"Kami harap Pemprov DKI Jakarta khususnya Dinas Perhubungan bersama Polda Metro Jaya bisa segera mengevaluasi penerapan ganjil genap dan penutupan beberapa pintu tol pada hari pertama ini. Bukan hanya menyangkut terhambatnya produktivitas warga DKI, tapi juga kerugian lainnya jika tidak dicarikan solusi baru," tutur Heriandi Lim. (M15)

Penulis: Hamdi Putra
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved