Depok Kurang Manusiawi Tangani Pedagang Kaki Lima

Selain itu para PKL justru berpindah mencari titik dan lokasi baru yang juga dilarang berjualan di sana.

Depok Kurang Manusiawi Tangani Pedagang Kaki Lima
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Sebanyak 17 lapak pedagang kaki lima (PKL) dan 20 bangunan liar (bangli) di sepanjang Jalan Raya Bogor, Kelurahan Cisalak, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, diultimatum petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok untuk membongkar sendiri bangunan mereka sampai Senin besok. 

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Depok gencar melakukan penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di tempat terlarang, termasuk yang membuka lapaknya di atas pedestrian hingga bahu jalan.

Namun setelah penertiban, di beberapa titik para PKL biasanya muncul kembali.

Selain itu para PKL justru berpindah mencari titik dan lokasi baru yang juga dilarang berjualan di sana.

Hal ini dikarenakan Pemkot Depok dianggap belum manusiawi dan memperhatikan kebutuhan PKL saat menertibkan mereka.

Hal itu dikatakan pengamat dan pemerhati Kota Depok Novi Anggriani Munadi, Rabu (1/8/2018).

Akibat kurang manusiawi dan tidak memperhatima kebutuha PKL maka tidak ada kesadaraan dan peran serta PKL untuk taat pada aturan setelah mereka ditertibkan.

"Ini artinya masih ada yang kurang dalam penataan PKL di Depok, termasuk kurang manusiawi dan tak membina PKL. Demi kebaikan, seharusnya Wali Kota Depok dapat mencontoh cara Jokowi saat menata PKL di Solo dan DKI Jakarta, waktu ia jadi Wali Kota dan Gubernur,," kata Novi, Rabu (1/8/2018).

Menurut politisi PDIP Depok ini, cara Jokowi saat berkomunikasi dengan para PKL membuat pemerintah dan PKL akhirnya bekerja sama menguatkan ekonomi diri, keluarga dan daerahnya.

"Jokowi dalam menata PKL menggunakan hati. Artinya ia memposisikan para PKL dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan baik sebelum dan dilaksanakan relokasi. Untuk ini Pak Jokowi biasanya menggunakan diplomasi meja makan bersama para PKL," paparnya.

Setelah diplomasi meja makan dilaksanakan, kata Novi tak jarang PKL pun akhirnya pindah dengan kesadarannya.

Halaman
12
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help