Pekan Depan Pengembang Masukkan Alat Berat, Terminal Depok Mesti Steril

Pekan depan pengembang Terminal Depok akan memasukkan alat berat ke lokasi proyek yang kini masih disterilkan.

Pekan Depan Pengembang Masukkan Alat Berat, Terminal Depok Mesti Steril
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Sebuah kendaraan alat berat saat mengerjakan jalan penghubung Terminal Depok yang kini sudah mencapai 70 persen. 

PT Andyka Investa, selaku pengembang dan investor pembangunan Terminal Terpadu Kota Depok atau Metropolitan Stasiun Terminal (Metro Stater) Depok, berencana Senin (6/7/2018) pekan depan sudah mulai memasukkan sejumlah alat berat ke lahan Terminal Depok untuk memulai pembangunan.

Karenanya saat itu diharapkan lahan Terminal Kota Depok yang akan dibangun sudah steril dan tidak ada lagi aktifitas apapun di sana.

Hal itu dikatakan Juru Bicara PT Andyka Investa, Muttaqin kepada Warta Kota, Selasa (31/7/2018).

''Kami rencanakan tanggal 6 Juli pekan depan, alat berat sudah mulai masuk ke terminal untuk melakukan pengerjaan. Semoga sudah memungkinkan," kata Muttaqin.

Ia mengatakan pihaknya siap memulai pembangunan. "Kami juga mengapresiasi Pemkot Depok yang mempersiapkan semuanya untuk dimulainyan pembangunan," kata dia.

Diantaranya mulai dari pengalihan terminal ke terminal sementara di lahan Stadebar, penertiban PKL dan Bangli di Jalan Arif Rahman Hakim yang akan menjadi akses keluar dari terminal sementara, sampai penutupan akses keluar dan pintu masuk Terminal Depok, Selasa pagi.

Ia mengatakan nilai investasi yang ditanam pihaknya dalam pembangunan mega proyek ini adalah Rp 1,3 Triliun lewat kerjasama bangun guna serah (BGS) dengan Pemkot Depok.

Metrostater atau Terminal Terpadu Kota Depok kata Muttaqin nantinya akan dilengkapi dengan mega blok komersil, hotel dan apartemen 30 lantai.

Ditargetkan pengerjaan bangunan utama Terminal Terpadu beserta segala fasilitasnya, akan selesai dalam waktu satu tahun.

"Kami targetkan bangunan utama terminal selesai satu tahun dan bisa dioperasikan. Setelah itu baru, kami membangun blok komersil, hotel dan apartemennya" kata Muttaqin.

Halaman
12
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved