Jamaah Anshor Daulah Dinyatakan Terlarang, Pimpinannya Angkat Satu Jari dan Bertakbir

"Allahu akbar," ujar Zainal sambil mengangkat jari telunjuknya dan tersenyum.

Jamaah Anshor Daulah Dinyatakan Terlarang, Pimpinannya Angkat Satu Jari dan Bertakbir
Kompas.com
Pimpinan Jamaah Anshorut Daulah (JAD) Zainal Anshori dalam sidang pembacaan tuntutan dengan terdakwa JAD di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (26/7/2018).(KOMPAS.com/NURSITA SARI) 

Pimpinan organisasi Jamaah Anshor Daulah ( JAD) Zainal Anshori langsung berdiri dan mengangkat satu jari saat mendengar putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (31/7/2018).

Majelis hakim memutuskan untuk membekukan JAD dan menyatakannya sebagai organisasi terlarang dalam persidangan di ruang utama Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, seusai membacakan putusan dan mengetuk palu, Hakim Ketua Aris Bawono mempersilakan Zainal Anshori untuk berkonsultasi dengan kuasa hukumnya terkait upaya hukum lanjutan yang akan diambil.

Zainal Anshori langsung berdiri dari kursi pesakitan dan berbalik badan terlebih dahulu. Dia kemudian mengangkat jari telunjuknya sambil tersenyum.

Setelah itu, barulah dia berkonsultasi dengan kuasa hukumnya, Asludin Hatjani. "Allahu akbar," ujar Zainal sambil mengangkat jari telunjuknya.

Tak hanya itu, Zainal juga kembali mengangkat jari telunjuknya seusai persidangan selesai.

Dia melakukan hal yang sama untuk kedua kalinya sebelum meninggalkan ruang sidang. "Takbir," kata dia mengangkat jari telunjuk sambil meninggalkan ruang sidang.

Setelah itu, dia langsung digiring polisi bersenjata ke mobil tahanan dan meninggalkan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Kuasa hukum JAD, Asludin Hatjani, tidak mengungkapkan alasan khusus soal tindakan yang dilakukan kliennya itu. "Takbir karena dia kan percaya kepada adanya yang di atas, sama dengan kita semua ya. Yang jelas bentuk kepercayaan kepada Allah," kata Asludin seusai persidangan.

Dalam putusannya, majelis hakim juga menjatuhkan pidana denda Rp 5 juta terhadap JAD yang diwakili Zainal.

Majelis hakim menyatakan, JAD telah melanggar Pasal 17 Ayat 1 dan Ayat 2 juncto Pasal 6 Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme sebagaimana telah ditetapkan menjadi Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003.

Majelis hakim menilai JAD merupakan korporasi yang telah melakukan tindak pidana terorisme.

Hal itu didasarkan pada tindak terorisme yang dilakukan pimpinannya, Zainal Anshori, dan anggota-anggota JAD lainnya, yang telah diputuskan di pengadilan. Putusan majelis hakim sesuai dengan tuntutan jaksa penuntut umum.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dinyatakan sebagai Organisasi Terlarang, Pimpinan JAD Angkat Satu Jari Sambil Tersenyum",

Penulis : Nursita Sari
Editor : Dian Maharani

Editor: ahmad sabran
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help