Perdagangan Satwa Dilindungi

5 Pelaku Jaringan Perdagangan Satwa Dilindungi Negara Beraksi di Media Sosial

Jaringan tersebut terbilang sudah lama beroperasi dan hanya orang tertentu saja yang bisa masuk di lingkungan penjualan satwa liar itu.

5 Pelaku Jaringan Perdagangan Satwa Dilindungi Negara  Beraksi di Media Sosial
Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan
Lima tersangka penjualan satwa dilindungi dibekuk petugas Polres Metro Jakarta Barat, Senin-Selasa (16-177/2018). Mereka menjual satwa dilindungi ini melalui jaringan media sosial. 

WARTA KOTA, PALMERAH--- Aksi jual-beli satwa dilindungi lewat media sosial (medson) dibongkar Polres Metro Jakarta Barat, Senin-Selasa (16-17/7/2018). 

 Lima tersangka yaitu AS (15), CM (18), ES (20), SR (18), dan SS (25)  diamankan pihak kepolisian.

"Lima pelaku yakni AS, CM, ES, SR serta SS ini berhasil ditangkap oleh kami di lokasi terpisah, di wilayah Kota Jakarta Barat," ucap Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Edy Sitepu, Selasa (31/7/2018).

"Mereka ini adalah jaringan perdagangan satwa dilindungi oleh negara dan dijual melalui grup di salah satu akun medsos," katanya lagi.

Menurut Edy, jaringan tersebut  terbilang sudah lama beroperasi dan hanya orang tertentu saja yang bisa masuk di lingkungan penjualan satwa liar itu.

Satwa dilindungi, buaya dan burung elang, yang disita petugas.
Satwa dilindungi, buaya dan burung elang, yang disita petugas. (Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan)

Dia menambahkan, pihaknya akan lakukan kerjasama dengan Kementerian Kominfo untuk memblokir akun Facebook dan WhatsApp milik para jaringan itu.

"Jadi di medsos ini terdapat sebuah grup. Para pembeli yang ingin membeli satwa liar, cuman ada di grup medsos itu. Masuk ke grup itu tak mudah dan para pelaku ini harus menjaga baik identitasnya agar tidak diketahui betul pembeli itu," ucapnya.

Baca: Beli Rp 300 Ribu, Penjual Satwa Dilindungi Menjualnya Rp 5 Juta per Ekor

"Kalau pembeli nanya alamat di mana lokasi penjualan satwa liar di grup itu, langsung drop out (dikeluarkan dari grup oleh admin--Red). Nah, ini admin-nya masih kami selidiki berikut sekitaran ratusan anggota di grup ini" ucapnya kembali.

Jika pembeli dan penjual saling sepakat untuk membeli satwa liar itu, kata Edy, para anggota jaringan meminta ke pembeli agar mentransfer uang.

Satwa itu  akan diantar langsung melalui ojek online jika di Jakarta. Sedangkan pengiriman di provinsi lain memakai bus antar kota antar provinsi (AKAP).

Halaman
123
Penulis: Panji Baskhara Ramadhan
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved