Gempa di Lombok

WNA Malaysia Tewas Dalam Gempa Nusa Tenggara Barat Ketimpa Tembok

Sorang WNA asal Malaysia ketika gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat pada Minggu (29/7/2018).

WNA Malaysia Tewas Dalam Gempa Nusa Tenggara Barat Ketimpa Tembok
Twitter
Kondisi Gunung Rinjani akibat adanya gempa 

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho menyampaikan seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Malaysia ketika gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat pada Minggu (29/7/2018).

Korban diungkapkannya bernama Siti Nur Ismawida berusia 30 tahun, seorang pendaki gunung.

Namun, Siti Nur Ismawida tidak tewas saat mendaki Gunung Rinjani, tetapi korban dilaporkan tewas akibat tertimpa dinding penginapan.

"Korban meninggal dunia warga negara Malaysia (a.n. Siti Nur Ismawida, 30 tahun) akibat gempa bumi di Lombok Timur disebabkan tertimpa dinding rumah yang roboh. Korban bersama 17 warga Malaysia akan mendaki Gunung Rinjani. Jadi korban meninggal bukan saat mendaki," ungkapnya lewat status twitternya @Sutopo_PN pada Senin (30/7/2018) pagi.

Sebelumnya, Kapolres Lombok Timur, AKBP M Eka Fathurrahman dalam video yang diposting oleh Ahmad Tantowi Jauhari lewat akun @owieq pada Minggu (29/7/2018) siang, melaporkan status para pendaki asal Malaysia.

Dalam video tersebut, AKBP M Eka Fathuurrahman menyebutkan warga masih dirundung kecemasan akibat gempa bersusulan yang terus terjadi.

Walau begitu, imbauan agar warga tenang dan saling membantu telah disampaikan.

Kondusifnya situasi ditunjukkannya lewat peninjauannya secara langsung.

Terlihat sejumlah warga mengisi jalan raya, sejumlah pasien termasuk seorang WNA asal Malaysia yang terluka terlihat dirawat di pinggir jalan.

"Beberapa saat lalu terjadi gempa susulan yang membuat kepanikan warga, namun kami bisa membuat imbauan kepada warga di sini agar jangan panik. Inilah situasi di mana warga bahu membahu untuk membantu korban,"ungkapnya

"Ini korban korban warga Malaysia, ada sebanyak 18 orang warga negara Malaysia datangke sini dalam rangka wisata ke Gunung Rinjani. Enam orang luka, satu orang meninggal dunia, dan ada yang selamat masih kita lakukan tindakan medik," ungkap AKBP M Eka Fathuurrahman dalam video.

Tidak dipaparkan jumlah korban terluka dan tewas, termasuk WNA asal Malaysia yang menjadi korban.

Akan tetapi dirinya menyebutkan sebuah tenda telah dibangun di pinggir jalan sebagai posko pengungsian sekaligus perawatan pasien.

"Kemudian kami sudah melakukan kegiatan tenda darurat sementara ini untuk membantu warga. Karena, puskesmas yang ada (sambil menunjuk) rusak parah, baru saja terjadi gempa susulan, jadi warga berhamburan keluar (gedung), tidak berani di dalam bangunan-bangunan yang ada di wilayah ini," jelasnya.

"Sementara ini yang dapat kami laporkan. Terima kasih," tuturnya.

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved