Sebanyak 8 Ojol Mangkal Sembarangan Diangkut Dishub di Depan Stasiun Gambir

Harlem menyatakan pihaknya sudah memberlakukan tempat pemberhentian ojol di sekitar gedung milik pemerintah.

Sebanyak 8 Ojol Mangkal Sembarangan Diangkut Dishub di Depan Stasiun Gambir
Warta Kota/Rangga Baskoro
Petugas Suku Dinas Perhubungan Jakarta Pusat saat mengangkut sepeda motor ojek online ke mobil operasional lantaran menunggu penumpang di depan Stasiun Gambir, Senin (30/7). 

SUKU Dinas Perhubungan Kota Jakarta Pusat melakukan operasi penindakan pelanggaran di beberapa ruas jalan di Jakarta Pusat.

Dalam operasi tersebut, sejumlah kendaraan diambil tindakan berupa operasi cabut pentil (OCP) hingga diderek.

Hal itu dilakukan lantaran masih banyak kendaraan yang parkir secara sembarang baik di bahu jalan maupun di atas trotoar.

Petugas Suku Dinas Perhubungan Jakarta Pusat saat mengangkut sepeda motor ojek online ke mobil operasional lantaran menunggu penumpang di depan Stasiun Gambir, Senin (30/7).
Petugas Suku Dinas Perhubungan Jakarta Pusat saat mengangkut sepeda motor ojek online ke mobil operasional lantaran menunggu penumpang di depan Stasiun Gambir, Senin (30/7). (Warta Kota/Rangga Baskoro)

Kepala Suku Dinas Jakarta Pusat, Harlem Simanjuntak mengatakan, lebih dari seratus kendaraan terjaring razia dan dilakukan tindakan.

"Ada 28 kendaraan roda empat yang dilakukan derek dan 68 kendaraan roda dua, tiga, dan empat dilakukan operasi cabut pentil," kata Harlem, Senin (30/7/2018).

Kemudian, terdapat 8 ojek online yang diangkut kendaraannya lantaran menunggu penumpang di depan Stasiun Gambir.

"Mereka memang enggak boleh parkir di sana. Itu juga sesuai dengan Instruksi Gubernur. Sebelum ada arahan, kami juga sudah memberlakukan hal tersebut," ucapnya.

Adapun ruas jalan yang menjadi lokasi dilakukan operasi oleh Sudinhub Jakpus di antaranya ialah, Jalan Senen Raya, Jalan Tanah Abang 5, Jalan Gunung Sahari, Jalan Mangga Besar, Jalan Bungur Raya, dan ruas-ruas jalan lainnya.

Lebih jauh lagi, Harlem menyatakan pihaknya sudah memberlakukan tempat pemberhentian ojol di sekitar gedung milik pemerintah.

"Sekarang ojol boleh parkir di Kantor Wali Kota, kecamatan dan kelurahan," ujar Harlem.

Pihaknya juga masih melakukan koordinasi dengan sejumlah instansi terkait agar para ojol bisa menunggu penumpang di sekitar stasiun-stasiun dan tempat keramaian lainnya yang sering dijadikan lokasi mangkal para ojol. (abs)

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved