Sebanyak 300 JPO Harus Dikaji Ulang Pemprov DKI Jakarta

Ketua Koalisi Pejalan Kaki menilai ada sekitar 300 jembatan penyeberangan orang (JPO) yang harus dikaji ulang oleh Pemprov DKI Jakarta.

Sebanyak 300 JPO Harus Dikaji Ulang Pemprov DKI Jakarta
Warta Kota/Rangga Baskoro
Pelican crossing yang terletak tepat di depan Hotel Pullman dan Plaza Indonesia dijaga oleh 4 orang petugas Dinas Perhubungan. 

ALFRED Sitorus Ketua Koalisi Pejalan Kaki menilai ada sekitar 300 jembatan penyeberangan orang (JPO) yang harus dikaji ulang oleh Pemprov DKI Jakarta.

Hal itu dikatakannya lantaran JPO dinilai tak ramah penyandang disabilitas dan rentan tindakan asusila.

"Jadi ada sekitar 300 JPO di Jakarta yang saya rasa perlu dikaji ulang. Tidak ada alasan zebra cross dan pelican crossing ini adalah membuat kemacetan, malah disini lah letaknya pelican crossing dan zsbra crossing, akan ada toleransi dengan pengendara dan bisa mewujudkan tertib lalu lintas," kata Alfred di Jalan MH Thamrin, Senin (30/7).

Kemudian, ada sekitar 30 JPO yang didesak untuk segera dibongkar lantaran dibuat justru tak ramah pejalan kaki dan penyandang disabilitas.

"Kami pernah menyerukan kepada Pemprov DKI kalau ada sekitar 30 JPO yang harus dirobohkan di Jakarta. Salah satunya memang di Bundaran HI yang salah letak. Tadinya kan posisi JPO di depan Hotel Pullman, kemudian dimajukan," ucapnya.

Kemudian JPO di Lenteng Agung yang dinilainya mubazir lantaran dibuat di jalan yang tidak begitu lebar. Lalu ada pula JPO di sepanjang Jalan Hayam Wuruk.

"JPO yang urgent dibongkar itu di Lenteng Agung, lalu sepanjang Hayam Wuruk ke Kota Tua, di situ kan ada kali, di atasnya bisa jadi ruang tunggu pejalan kaki. Tidak apa-apa dibangun zebra cross meski ada JPO. Seperti di Sarinah, ada JPO ada juga zebra cross," kata Alfred.

Ia menambahkan akan lebih baik apabila pelican crossing ditambah rambu lalu lintas dan speed trap sebelum titik lampu penyeberangan.

Sementara itu, seorang pejalan kaki Ferins (40) lebih menyukai pelican crossing daripada JPO yang dinilainya menyulitkan.

"Capek kalau JPO. Lebih enak seperti ini, jadinya enggak perlu naik anak tangga," ujarnya.

Pantauan Warta Kota, pelican crossing yang terletak tepat di depan Hotel Pullman dan Plaza Indonesia dijaga oleh 4 orang petugas Dinas Perhubungan.

Arus lalu lintas terpantau ramai lancar dan tidak terjadi kemacetan meski pengendara diharuskan berhenti selama 13 detik saat pejalan kaki menyeberang jalan. (abs)

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved