Pejabat Pensiun

Rayendra Bakal Jadi Penguasa Pasar Kota Bekasi usai Purna-Jabatan

"Nggak apa-apa (di bawah naungan dinas) karena yang penting buat saya ada aktivitas yang dapat dikerjakan," kata Rayendra.

Rayendra Bakal Jadi Penguasa Pasar Kota Bekasi usai Purna-Jabatan
Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri
Sekretaris Daerah Kota Bekasi Rayendra Sukarmadji terlihat menangis saat disambut ASN Pemkot Bekasi, Selasa (24/7/2018). Rayendra bakal pensiun pada 1 Agustus 2018. 

WARTA KOTA, BEKASI--- Sekretaris Daerah Kota Bekasi Rayendra Sukarmadji diproyeksikan bakal menempati Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang bergerak di bidang pengelolaan pasar usai pensiun sebagai aparatur.

Birokrat tertinggi di kota berjuluk Kota Patriot ini juga tak mempermasalahkan bila pekerjaannya nanti berada di bawah naungan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bekasi.

Padahal selama enam tahun menjadi Sekda, Rayendra mengemban tugas sebagai Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Bekasi.

Dia juga berperan sebagai pembina seluruh aparatur, sekaligus penanggung jawab terhadap 46 organisasi perangkat daerah (OPD) kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi.

Baca: Pemerintah Kota Bekasi Menghentikan Penyertaan Modal ke Dua BUMD

"Nggak apa-apa (di bawah naungan dinas) karena yang penting buat saya ada aktivitas yang dapat dikerjakan," kata Rayendra, Senin (30/7/2018).

Hal itu disampaikan Rayendra saat acara perpisahannya dengan aparatur Kota Bekasi di Gedung Serbaguna Al Muhajirin, Bekasi Timur.

Dalam acara itu hadir Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi terpilih, Rahmat Effendi dan Tri Adhianto Tjahyono yang duduk di bangku barisan depan.

Dalam kesempatan itu, Rayendra mengaku tak bisa membayangkan bila tiba-tiba berhenti dari kesibukannya sebagai aparatur karena pensiun  mulai Rabu (1/8/2018).

Baca: Pensiun, Sekretaris Daerah Kota Bekasi Ingin Menduduki Jabatan BUMD Baru

Saat itu Rayendra dinyatakan non-aktif sebagai Sekda karena keterbatasan usianya yang telah mencapai 60 tahun.

"Selama ini aktivitas saya cukup padat dan nanti tiba-tiba (saat pensiun) saya berhenti. Mungkin yang saya rasakan tidak sindrom tapi ngedrop karena biasa bekerja di pagi hari, sekarang tidak," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved