Pengusaha Menjerit soal Kemacetan Parah di Tanjung Priok Jakarta Utara

Pelaku industri manufaktur terutama eksportir tekstil dan produk tekstil (TPT) mengeluhkan kondisi kemacetan di Tanjung Priok.

Pengusaha Menjerit soal Kemacetan Parah di Tanjung Priok Jakarta Utara
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Ilustrasi kemacetan di Jalan Yos Sudarso tepatnya di sekitar Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, menjadi pemandangan yang biasa pada saat sore hingga malam hari. 

WARTA KOTA, PALMERAH---Kalangan pelaku industri manufaktur terutama eksportir tekstil dan produk tekstil (TPT) mengeluhkan kondisi kemacetan di Tanjung Priok, Jakarta Utara, yang makin hari makin macet sehingga menghambat upaya peningkatan ekspor.

Kemacetan di Tanjung Priok yang menjalar ke akses kawasan industri melemahkan daya saing produk ekspor Indonesia karena waktu pengiriman yang bertambah panjang.

Ernovian G Ismy, Sekretaris Jenderal Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), mengatakan, kemacetan di Tanjung Priok yang menjalar ke akses kawasan industri makin lama makin parah.

Baca: Tanjung Priok Macet, Pemerintah Kota Jakarta Utara Mencoba Memberikan Solusi

Hampir seluruh pengusaha di seluruh sektor manufaktur, terutama eksportir TPT, merasakan masalah besar ini.

"Ini bahaya sekali jika makin lama makin macet. Kita akan kehilangan daya saing ekspor," katanya, Jumat (27/7/2018).

Jika kemacetan ini tidak mampu dibenahi, lanjut dia, dikhawatirkan hal ini akan menimbulkan kerugian bagi eksportir karena terjadinya keterlambatan pengiriman.

"Jika produk ekspor terlambat terkirim, buyers asing akan protes, umumnya minta diskon hingga 50 persen atau bahkan ada yang ditolak produknya," katanya.

Menurut dia, masalah krusial ini lambat laun akan menjadi bom waktu yang meledak seketika dan dampak lanjutannya merugikan baik para eksportir maupun mengancam kinerja ekspor nasional.

Untuk mengatasi hal itu, peran koordinasi dari pemerintah masih sangat lemah.

Baca: Pukul 07.10 Tol JORR ke Tanjung Priok Macet Total

"Sudah selayaknya masalah kemacetan ini mendapat perhatian khusus dari Presiden. Seperti waktu mengatasi dwelling time, Presiden mesti turun tangan dan melihat langsung arus pergerakan barang dari kawasan industri ke Tanjung Priok," katanya.

Halaman
12
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help