Optimalkan Kerja Nano Bubble, Mikroorganisme Ditebar di Kali Sentiong

Setelah pemasangan nano bubble, penebaran mikroorganisme juga dilakukan di kali yang bersinggungan langsung dengan Wisma Atlet Kemayoran.

Optimalkan Kerja Nano Bubble, Mikroorganisme Ditebar di Kali Sentiong
Warta Kota/Junianto Hamonangan
District Governor Lions Clubs International District 307-A1, Sylviana Murni (kiri), meninjau Kali Sentiong, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (30/7/2018). 

WARTA KOTA, TANJUNG PRIOK---Penanganan masalah bau tidak sedap dari Kali Sentiong, Tanjung Priok, Jakarta Utara, terus dikebut.

Setelah pemasangan nano bubble, penebaran mikroorganisme juga dilakukan di kali yang bersinggungan langsung dengan Wisma Atlet Kemayoran.

Lions Clubs International District 307-A1 akan menggandeng Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk memasang sejumlah nano bubble.

Baca: Jelang Asian Games, 6 Titik Jalur Hijau Ditata di Jakarta Barat

Setelahnya diupayakan penebaran mikroorganisme berupa lactobacillus di Kali Sentiong agar lebih optimal.

Tim Ahli Lions Clubs International, Zaenal Goefron, mengatakan, pemasangan nano bubble berfungsi untuk menginjeksi gas oksigen ke dalam air.

Baca: Lions Club dan INAPGOC Tinjau Kali Sentiong

Sehingga lumpur yang disinyalir menjadi penyebab bau akan terurai menjadi gelembung-gelembung yang larut dalam air.

"Jadi mikroorganisme ini dari sungai langsung, bukan dari mikroorganisme lain. Nanti kita akan tunjukkan proses pemijaannya mudah-mudahan dalam waktu dekat akan habis lumpurnya," kata Zaenal di Rumah Pompa Sunter Selatan, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (30/7/2018).

Hanya saja sebelum ditebar, menurut Zaenal, mikroorganisme berupa lactobacillus dari Kali Item itu akan dilatih terlebih dahulu supaya lebih buas untuk melahap lumpur yang disinyalir menjadi sumber bau.

"Jadi bakteri ini dilatih terlebih dulu untuk bisa makan lumpur. Satu liter mikroorganisme, bisa mencakup 50 meter kubik air," katanya.

Nantinya juga akan dilakukan perhitungan untuk mengetahui jumlah mikroorganisme yang ditebar agar berjalan maksimal.

Baca: Kejahatan Konvensional Jadi Perhatian Kapolri saat Pengamanan Asian Games 2018

Sehingga ketika jumlah nano bubble dan mikroorganismenya cukup, penanganan bau tidak sedap di Kali Sentiong akan selesai kurang dari enam bulan.

"Nah ini kami tumpangi lagi pakai mikroorganisme probiotik yang dari sungai ini. Sesuai pengalaman ketika nano bubble-nya cukup, bisa 3-4 bulan, tapi kalau misalkan diperbesar lagi semakin ganas mikroorganisme untuk makan lumpur yang ada di sini," kata Zaenal.

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved