Oknum Polisi yang Tersandung Kasus Narkoba Divonis Mati Saja

Oknum polisi yang terlibat kasus narkoba berat sebaiknya dijatuhi hukuman mati saja.

Oknum Polisi yang Tersandung Kasus Narkoba Divonis Mati Saja
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Pol Purwadi didampingi Dir Narkoba Kombes Suwondo Nainggolan menunjukan barang bukti narkoba jenis ganja saat rilis di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (30/7/2018). 

DIREKTUR Eksekutif Indonesia Police Watch (IPW), Neta S. Pane memberikan komentar pedas terkait oknum polisi yang terjerat kasus narkoba. Ia menyebut anggota atau pejabat Polri yang terlibat kasus narkoba selalu berulang - ulang.

Seharusnya mereka sebagai penegak hukum bertanggung jawab untuk memberantas peredaran narkotika. Tetapi justru yang terjadi oknum polisi ini terbelit perkara tersebut.

"Memang jumlah polisi yang terlibat kasus narkoba tidak terlalu banyak, tapi jumlahnya terus meningkat dan selalu berulang," ujar Neta kepada Warta Kota, Senin (30/7/2018).

Ia pun mempertanyakan hal ini bisa terjadi. Menurutnya insiden tersebut terjadi akibat lemahnya sistem hukum yang diterapkan kepada oknum - oknum polisi yang nakal ini.

"Sehingga tidak ada efek jera. Justru kasusnya berulang dan para polisi menyepelekan sanksi yang dikenakan," ucapnya.

"Seharusnya polisi yang terlibat kasus narkoba segera divonis mati," kata Neta.

Seperti yang terjadi pada kasus Wadirresnarkoba Polda Kalimantan Barat, AKBP HR. HR dibekuk jajaran Avsec Bandara Soekarno Hatta lantaran membawa narkotika jenis sabu pada Sabtu (28/7/2018) kemarin.

Pengkhianatan

Menurut Neta, polisi perwira menengah yang terbelit dalam perkara ini harus secepatnya ditindak lanjuti. "Dia (RN) harus segera divonis mati," ungkapnya.

Neta menyatakan, seharusnya hukuman yang dijatuhi kepada oknum polisi ini harus lebih berat dari bandar narkoba. Jika bandar narkotika saja dihukum mati, pejabat Polri yang terlibat harus juga divonis mati.

"Sebab sebagai polisi dia (RN) sangat tahu hukum dan mestinya dia memberantas peredaran narkoba. Tapi ternyata terlibat narkoba, ini jelas pengkhianatan luar biasa terhadap Polri dan penegakan hukum," imbuh Neta.

Ia menerangkan jika pejabat Polri yang terlibat tidak segera dijatuhi hukuman mati, oknum polisi yang bermain - main dengan narkoba akan makin marak. Sebab kejahatan narkotika bukan lah kejahatan tunggal.

"Narkoba ini jaringannya luas. Dunia narkotika adalah dunia yang gurih menghasilkan uang segar tapi haram. Tidak mudah untuk melepaskan diri, jika seorang oknum polisi terjerumus dunia narkoba bisa menggiurkan," bebernya.

Para bandar bisa memanfaatkannya bagai penyakit kanker. Untuk itu pengaruhnya harus dipotong dengan cara anggota polisi yang terlibat narkoba dihukum mati.

"Agar polisi lain tidak nekat bermain - main dengan kasus narkoba. Dan kasus polisi yang terlibat juga bisa berkurang," papar Neta.

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved