Pilpres 2019

Menurut Pengamat, Ini Alasan SBY Ngotot Tawarkan AHY Sebagai Cawapres

Ditawarkannya AHY sebagai cawapres, merupakan strategi presiden keenam Republik Indonesia itu.

Menurut Pengamat, Ini Alasan SBY Ngotot Tawarkan AHY Sebagai Cawapres
Warta Kota/Henry Lopulalan
Baliho bergambar Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tengah berpose hormat berada di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jumat (27/7/2018). 

KETUA Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berupaya menawarkan anak sulungnya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), untuk diambil sebagai calon wakil presiden salah satu calon presiden di Pilpres 2019.

Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari mengatakan, ditawarkannya AHY sebagai cawapres, merupakan strategi presiden keenam Republik Indonesia itu.

“SBY sedang memikirkan regenerasi politik di Partai Demokrat. Pertama, bicara penerus SBY. Kedua, kondisi Partai Demokrat yang melihat survei, suara terancam dibandingkan 2014,” kata Qodari, Minggu (29/7/2018).

Baca: Effendi Simbolon Ungkap Empat Parpol Sepakat Usung Duet Anies Baswedan-AHY di Pilpres 2019

Baca: Prabowo Subianto Puji Neno Warisman: Emak-emak tapi Mentalnya Lebih dari Kopasuss

Baca: Mardani Ali Sera: Rekomendasi Ulama Sakral

Dia menjelaskan, SBY bertindak selaku inisiator agar AHY maju sebagai cawapres.

Pria berusia 68 tahun itu sudah menawarkan anaknya untuk mendampingi presiden petahana Joko Widodo. Namun, kata Qodari, mantan gubernur DKI Jakarta itu tidak menerima pesan itu.

Selain itu, dia melanjutkan, AHY juga sudah ditawarkan kepada Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Namun, dia menilai, belum ada tanda positif dari mantan Danjen Kopassus tersebut.

“Ada kemungkinan pilihan ketiga kalau Prabowo tidak menerima. Pintu terbuka lebar menjadi tertutup. Bukan hal mustahil SBY, bisa Anies (capres) wakil AHY. Demokrat-PKS-PAN mengusung capres baru, tanpa Partai Gerindra,” ulas Qodari.

Baca: Effendi Simbolon Ungkap Oposisi Usung Anies Baswedan-AHY, Gerindra: Kami Saja Enggak Tahu

Baca: Hidyat Nur Wahid Sarankan AHY Jadi Menteri Dulu, Demokrat: Sekarang Eranya Anak Muda Memimpin

Baca: Ani Yudhoyono Unggah 5 Foto Pertemuan Khusus SBY, AHY, Prabowo, dan Zulkifli Hasan: PKS Tidak Ada!

Sikap SBY menjelang tahapan Pilpres kali ini berbeda dibandingkan 2014, di mana suami Ani Yudhoyono itu tidak terlalu ngotot.

Bahkan, kala itu Partai Demokrat memilih berada di posisi netral di antara dua pasangan capres-cawapres.

Tetapi, kali ini pria asal Pacitan itu turun ke lapangan membangun komunikasi politik memunculkan AHY. Sebab, kata dia, Partai Demokrat membutuhkan tokoh yang ditawarkan kepada masyarakat.

Menurut dia, jika tidak ada tokoh yang ditawarkan dari Partai Demokrat, maka bukan tidak mungkin suara partai Pemenang Pemilu Legislatif 2019 itu akan tergerus.

“Bahkan bisa kalah dengan PKB. 2014 SBY masih presiden (suara) 10 persen. 2019 sudah lima tahun, bukan mustahil suara turun,” tutur Qodari. (*)

Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help