Koalisi Pejalan Kaki Akan Somasi Anies Jika Pelican Crossing Diberlakukan Hanya Sementara

"Saya menentang ketika Pak Gubernur menyatakan bahwa ini sementara," ujar Alfred Sitorus, Ketua Koalisi Pejalan Kaki.

Koalisi Pejalan Kaki Akan Somasi Anies Jika Pelican Crossing Diberlakukan Hanya Sementara
Warta Kota/Rangga Baskoro
Pelican crossing di depan Hotel Pullman dan Plaza Indonesia. 

Alfred Sitorus, Ketua Koalisi Pejalan Kaki, mengharapkan apabila pelican crossing di depan Hotel Pullman dan Plaza Indonesia tidak bersifat sementara.

Hal itu merujuk dari rencana Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, yang menyatakan penggunaan pelican crossing hanya sementara hingga menunggu proyek underpass yang dibangun oleh PT MRT Jakarta rampung.

"Saya menentang ketika Pak Gubernur menyatakan bahwa ini sementara, kalau ini sementara, lebih bagus ini awalnya enggak usah dibangun," tutur Alfred di Jalan MH Thamrin, Senin (30/7).

Alfred mengatakan zebra cross dan pelican crossing lebih berkeadilan ketimbang JPO.

Hal itu dikarenakan para penyandang disabilitas juga bisa mengaksesnya tak seperti JPO.

Ketua Koalisi Pejalan Kaki, Alfred Sitorus.
Ketua Koalisi Pejalan Kaki, Alfred Sitorus. (Warta Kota/Rangga Baskoro)

"Karena akses yang paling berkeadilan itu zebra crossing dan pelican crossing. Kenapa? Karena kalau JPO menyulitkan difabel. Memang bisa dibuatkan lift, tapi lihat lift JPO di Sarinah dan UOB yang sampai saat ini enggak bisa digunakan, ujarnya.

Kemudian, perawatan lift pada JPO dinilai mahal dan tak serius.

Masalah lain terkait tindak asusila di JPO juga jadi perhatiannya.

"Pernah dengar ada kasus pemerkosaan di zebra cross? Enggak ada kan? yang ada di JPO," ujarnya.

Pihaknya pun mendapatkan banyak keluhan terkait JPO yang justru tak ramah pejalan kaki dan membahayakan pengendara, seperti pada kasus robohnya papan iklan di Pasar Minggu.

"Kami selalu dapat banyak keluhan para pejalan kaki terkait permasalah di JPO. Ada yang kesetrum di JPO samping WTC, kolong Karet. Di tiang-tiangnya banyak sekali kabel-kabel melilit. Ada juga kejadian iklan di JPO roboh di Pasar Minggu," katanya.

Oleh sebab itu, ia menentang apabila Pemprov kembali akan meniadakan pelican street di Jalan MH Thamrin.

"Jadi ketika ada wacana ini sementara, koalisi pejalan kaki yang paling pertama, terdepan akan mensomasi Gubernur DKI Jakarta. Karena underpass yang disebutkan oleh gubernur itu adalah sesuatu yang tidak berkeadilan untuk pejalan kaki, terutama untuk disabilitas, ibu hamil," kata Alfred. (abs)

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: murtopo
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help