Asian Games 2018

Gulat Indonesia Realistis Hanya Bisa Raih Perunggu di Asian Games 2018

Buyamin menyatakan di Asian Games 2018, persaingan meraih medali akan diperebutkan oleh pegulat dari India, Iran, Korea, China.

Gulat Indonesia Realistis Hanya Bisa Raih Perunggu di Asian Games 2018
Antaranews
Atlet gulat Jawa Timur Puji Prasetyo (kanan) berusaha mengunci atlet gulat Sumatra Barat Heru Fernandes (kiri) pada babak perempat final kelas Gaya Bebas 57 Kg Kejuaraan Indonesia Senior Wrestling Championship 2017, di GOR Ciracas, Jakarta, Selasa (24/10/2017). Kejuaraan gulat yang berlangsung 22-28 Oktober 2017 tersebut merupakan "test event" menjelang Asian Games XVIII/2018 

PELATIH gulat nasional Buyamin memperkirakan bahwa kemampuan tim gulat Indonesia hanya berpotensi merebut medali perunggu pada ajang Asian Games yang digelar 18 Agustus sampai 2 September 2018.

Menurut Buyamin yang dihubungi dari Samarinda, Senin, untuk bisa bersaing di zona medali emas, kemampuan pegulat Indonesia masih belum cukup, mengingat persaingan cabang olahraga gulat di tingkat Asia didominasi oleh pegulat yang berkiprah di kejuaraan dunia dan Olimpiade.

"Level tim nasional masih di tingkat Asia Tenggara, itu pun harus berjibaku dengan kekuatan pegulat Vietnam, Thailand dan Myamar, sedangkan di level Asia belum ada sejarah pegulat nasional bisa masuk dalam zona medali," kata Buyamin.

Buyamin menyatakan, pada ajang Asian Games 2018, persaingan meraih medali akan diperebutkan oleh pegulat dari India, Iran, Korea, China dan sejumlah negara pecahan Uni Soviet.

"Kami berhitung target realistis saja, bisa meraih medali perunggu sudah merupakan prestasi yang luar biasa bagi timnas," kata Buyamin.

Baca: Pep Guardiola Khawatir Cedera Riyad Mahrez

Dalam persiapan menuju Asian Games 2018 yang digelar di Jakarta dan Palembang, Buyamin menilai persiapan yang diterapkan kepada pegulat tim nasional sudah cukup bagus, utamanya saat menjalani pelatihan di Bulgaria.

"Para pegulat sudah mulai terbiasa berhadapan dengan pegulat Eropa Timur dengan postur yang lebih besar, hanya saja dari segi teknik dan taktik masih perlu diasah lagi," katanya.

Bila program latihan di negara Eropa Timur tersebut dilaksanakan lebih lama, mungkin kualitas dan level pegulat nasional juga semakin bagus.

"Sayangnya latihan di Bulgaria kemarin hanya sekitar dua bulan, seandainya satu tahun mungkin kemampuan anak-anak juga makin meningkat drastis, mengingat sparring latihannya adalah tim nasional Bulgaria yang juga dipersiapkan untuk sejumlah event internasional," katanya menambahkan.

Ketika ditanya pegulat yang paling berpeluang menembus persaingan merebut medali, Buyamin mengaku belum bisa memprediksi karena belum ada data jadwal pertandingan.

Editor: Dewi Pratiwi
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved