Fahri Hamzah Sebut KPK dan Cebi Bersekutu Merayakan Sensasi

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan telah kembali bekerja sejak Jumat (27/7/2018).

Fahri Hamzah Sebut KPK dan Cebi Bersekutu Merayakan Sensasi
TRIBUNNEWS/THERESIA FELISIANI
Penyidik senior Novel Baswedan disambut saat kembali bekerja di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (27/7/2018). 

PENYIDIK senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan telah kembali bekerja sejak Jumat (27/7/2018).

Novel Baswedan terpaksa vacum sejak April 2017 lalu setelah dirinya disiram air keras oleh orang tak dikenal usai salat subuh di Masjid Al-Ikhsan, tidak jauh dari rumahnya.

Setelah melaksanakan berbagai macam rangkaian pengobatan cedera matanya hingga ke Singapura, akhirnya Novel Baswedan kembali bekerja.

Namun, hingga kini polisi masih belum bisa mengungkap dan menangkap pelaku penyiraman air keras kepada Novel Baswedan.

Novel Baswedan dan Ketua KPK, Agus Rahardjo akan terus mendesak Presiden Joko Widodo sebagai atasan Polri untuk terus melanjutkan pengungkapan kasus ini.

Kicauan Fahri

Terkait hal itu, Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah melalui akun Instagramnya mengomentari Presiden Joko Widodo, Polri dan KPK, Minggu (29/7/2018).

Fahri Hamzah menilai KPK hanya sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang cari sensasi, tidak paham negara dan hanya membisikkan kerja lembaga-lembaga negara.

Menurutnya, pemberantasan korupsi adalah pekerjaan senyap karena memerlukan kemampuan membaca watak sistem dan penyimpangannya.

"Kenapa KPK tidak menyelesaikan secara kelembagaan? Kenapa kalian tidak percaya Polri dan lembaga negara lain? Aneh kalian. Menusuk dari dalam. KPK dan cebi itu bersekutu merayakan kegagalan pemberantasan korupsi tapi merayakan sensasi di bawah kepemimpinan revolusi mental yang semakin mini," tulis Fahri Hamzah.

Halaman
123
Penulis: Hamdi Putra
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help