Bau Busuk Kali Item Merebak Akibat Kurang Oksigen

Penebaran mikroorganisme berupa lactobacillus juga menjadi salah satu alasan sehingga kandungan oksigen di kali itu meningkat.

Bau Busuk Kali Item Merebak Akibat Kurang Oksigen
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Petugas sedang memunguti sampah di Kali Item, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (30/7/2018). 

WARTA KOTA, TANJUNG PRIOK---  Minimnya pasokan oksigen di Kali Item, Tanjung Priok, Jakarta Utara, menimbulkan masalah yang belakangan ini menjadi perbincangan warga Ibu Kota Jakarta.

Bau tidak sedap dari Kali Item itu diduga disebabkan karena kurang oksigen.

Kepala Bidang Penegakan Hukum dan Pengawasan Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta, Mudarisin mengatakan, bau tidak sedap itu muncul akibat kurangnya oksigen di dalam air.

Pasalnya kadar oksigen menentukan proses dekomposisi dalam air.

“Munculnya bau itu karena adanya gas H2S (Hidrogen sulfida--Red) sama amoniak. Itu terjadi pada saat kondisi anaerobik, tidak ada oksigen," ucap Mudarisin, di Rumah Pompa Sunter Selatan, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (30/7/2018). 

"Sebetulnya yang penting stagnan aja, supply (oksigen) nya terus menerus. Jangan sampai kurang,” katanya lagi.

Baca: Pengusaha Tempe di Sekitar Kali Item Menolak Berhenti Produksi Selama Asian Games 2018

Mudarisin mengatakan, kandungan oksigen dalam air di Kali Item saat ini hanya sebesar 1,3 miligram per liter. Jumlah tersebut jauh dibawah standar yang telah ditetapkan yakni 4 miligram per liter.

“Tapi itu juga sudah ada peningkatan walaupun jumlahnya belum sesuai yang diharapkan. Berdasarkan pemantauan per 5 Juli 2018, peningkatannya dari 0,9 ke 1,3 miligram per liter,” ucapnya. 

Peningkatan kandungan oksigen tersebut karena berbagai upaya telah dilakukan untuk menangani permasalahan bau tidak sedap di Kali Item seperti pemasangan nano bubble, aerator, hingga pembersihan sampah. 

Baca: Cairan Mikroba Ditebar di Kali Item agar Tidak Bau

Penebaran mikroorganisme berupa lactobacillus juga menjadi salah satu alasan sehingga kandungan oksigen di kali itu meningkat.

Mudarisin berharap jumlah kandungan oksigen Kali Item meningkat sampai 2 miligram per liter.

“Jadi perlakuan kita sudah cukup maksimal lah, kemarin juga sudah kita tebar lactobacillus. Artinya komponen yang diharapkan ada di kali untuk mendegradasikan (bau) yaitu bakteri sama oksigen. Cuma dua. Begitu bakteri nya banyak, oksigennya cukup, sudah,” katanya.

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved