Koran Warta Kota

Anies Tak Akan Menutup Pabrik Tempe di Sekitar Kali Sentiong, Tapi Jangan Lakukan Ini

Rencana penyemprotan dengan cairan khusus penghilang bau yang sedianya dilakukan akhir pekan lalu belum juga dilaksanakan

Anies Tak Akan Menutup Pabrik Tempe di Sekitar Kali Sentiong, Tapi Jangan Lakukan Ini
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Foto aerial atau foto yang diambil dari ketinggian suasana Kali Item, Kemayoran, Jakarta Utara, ditutupi jaring hitam untuk menutupi limbah yang mengalir di kali tersebut, Kamis (26/7/2018). 

Ketua Kagama DKI Jakarta Peduli Sampah Shodiq Sihardianto mengatakan, industri tersebut seharusnya dibina, bukan diliburkan.

"Hulu Kali Sentiong kan pabrik-pabrik, salah satunya pabrik tempe. Kita akan membina supaya industri tersebut tetap bisa produksi," kata Shodiq.

Mereka akan membina pengusaha di sekitar Kali Item untuk mengelola limbah menjadi ramah lingkungan.

"Kami rencananya akan membina agar limbahnya bisa ramah tidak mengganggu lingkungan," kata Shodiq.

Keberatan

Seorang pengusaha tempe, Mukromin (33) mengatakan pihaknya merasa keberatan apabila berhenti beroperasi selama Asian Games 2018.

Pasalnya keberadaan tempe tidak bisa dilepaskan begitu saja dari masyarakat.

"Masalahnya kan tempe itu makanan pokok orang Indonesia, jadi nggak mungkin selama satu bulan tuh nggak ada tempe. Kemarin aja waktu harga kacang kedelai naik, pada sibuk kan nyariin tempe," kata Mukromin, Minggu (29/7).

Mukromin mengaku heran dengan pemberitaan yang memuat bahwa pabrik tempe yang ada selama ini menjadi penyebab munculnya bau tidak sedap dari Kali Item.

Pasalnya sejak dibuka pada tahun 1970, warga sekitar tidak ada yang mengeluh.

Apalagi selama ini dia mengaku sangat berhati-hati dalam membuang limbah dengan menyediakan septic tank untuk mengolahnya terlebih dahulu.

Limbah hasil produksi tempe itu akan dimasukan ke septic tank dan bercampur dengan air bersih.

"Ketika nantinya septic tank itu sudah penuh, air limbah akan dengan sendirinya keluar dan mengalir ke Kali Item dalam kondisi bersih dan tidak berbau, jadi sudah dinetralisir," ungkapnya.

Hal itu sengaja dilakukan supaya masyarakat yang tinggal di sekitar pabriknya, tidak terganggu dengan limbah buangan.

Pendekatan

Terkait polemik soal pabrik tempe, Pemprov DKI Jakarta akan melakukan pendekatan kepada para pengusaha tempe di sekitar Kali Sentiong atau Kali Item terkait pengolahan limbah.

"Kami akan lakukan pendekatan supaya mereka bisa ada dalam proses pengelolaan limbah sehingga tidak menambah beban di Kali Sentiong," ujar Sandi saat ditemui di Planet Futsal, Kuningan, Minggu (29/7).

Sandi menyatakan penghentian produksi tempe di sekitar Kali Item selama Asian Games 2018 Agustus mendatang bukan keputusan akhir.

Ia menyatakan Pemprov DKI akan mendiskusikan rencana tersebut terlebih dahulu sehingga nantinya tidak mempersulit dan merugikan pengusaha tempe sebagai Usaha Kecil dan Menengah (UKM).

"Mudah-mudahan bisa ada titik temu dengan pengusaha (tempe dan tahu) tersebut. UKM itu kan penting, bisa menciptakan lapangan kerja, kita nggak mau mempersulit," terang Sandi.

Jangan distop

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan malah tidak ingin pabrik tahu dan tempe sekitar Kali Sentiong (Kali Item) dihentikan.

Terdapat 100 lebih rumah produksi tahu dan tempe di sepanjang kali itu, sehingga pabrik ini merupakan kegiatan ekonomi utama para warga sekitar.

"Jangan kita menghentikan kegiatan perekonomian, karena ini adalah dapur mereka," ujar Anies di Planet Futsal, Kuningan Jakarta Selatan, Minggu (29/7).

Ia hanya ingin rumah produksi tidak membuang limbah ke Kali Item yang menyebabkan bau tak sedap.

"Jadi kegiatan usaha boleh jalan, tapi limbahnya dikelola sehingga tidak dibuang di sungai yang dapat mencemari," ucapnya.

Seperti diberitakan, Wakil Gubernur Sandiaga Uno beberapa waktu lalu menginginkan agar industri rumahan tahu tempe untuk dihentikan.

"Mereka diminta untuk distop berproduksi dan dicarikan solusi lain supaya tidak melimpahkan atau membuang limbahnya ke Kali Sentiong," ucap Sandi di Monas, Kamis lalu.

Sandiaga mengatakan, limbah pabrik rumahan tersebut menjadi salah satu sumber pencemaran di Kali Item hingga menebar bau busuk.

Kali itu melintas tepat di samping Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, yang akan menjadi lokasi penginapan para atlet Asian Games 2018.

Bau tak sedap Kali Item dicemaskan bisa mengganggu kenyamanan para atlet yang menginap di sana. (jhs/m16/Kompas.com)

Baca selengkapnya di Harian Warta Kota edisi Senin, 30 Juli 2019

Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved