Koran Warta Kota

Anies Tak Akan Menutup Pabrik Tempe di Sekitar Kali Sentiong, Tapi Jangan Lakukan Ini

Rencana penyemprotan dengan cairan khusus penghilang bau yang sedianya dilakukan akhir pekan lalu belum juga dilaksanakan

Anies Tak Akan Menutup Pabrik Tempe di Sekitar Kali Sentiong, Tapi Jangan Lakukan Ini
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Foto aerial atau foto yang diambil dari ketinggian suasana Kali Item, Kemayoran, Jakarta Utara, ditutupi jaring hitam untuk menutupi limbah yang mengalir di kali tersebut, Kamis (26/7/2018). 

Dua puluh hari menjelang pesta olah raga Asian Games 2018, penanganan bau tak sedap di Kali Sentiong atau Kali Item di dekat Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, oleh Pemprov DKI baru sebatas dibersihkan dan ditutupi dengan jaring hitam untuk menghambat bau.

Baca: Pengusaha Tempe di Sekitar Kali Item Menolak Berhenti Produksi Selama Asian Games 2018

Baca: Cairan Mikroba Ditebar di Kali Item agar Tidak Bau

Baca: 9 Lombok Message Hasil Ulama Internasional, TGB Zainul Majdi: Jangan Gampang Tuduh Kafir dan Bidah

Rencana penyemprotan dengan cairan khusus pnghilang bau yang sedianya dilakukan akhir pekan lalu belum juga dilaksanakan Dinas Sumber Daya Air Pemprov DKI Jakarta.

Kemarin, Minggu (29/7), justru dua organisasi non pemerintah melakukan penyemprotan swadaya di Kali Item.

Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) DKI Jakarta Peduli Sampah menyemprotkan 2.500 liter cairan mikroba ke Kali Sentiong atau Kali Item.

Penyemprotan dilakukan pada Minggu (29/7) pukul 08.30 WIB.

Ketua Kagama DKI Jakarta Peduli Sampah Shodiq Sihardianto mengatakan, penyemprotan dilakukan di 5 titik sepanjang aliran Kali Sentiong.

"Sebenarnya nggak cuma sekadar mengurangi bau, tapi juga mengurai lumpur dari dalam kali supaya dapat digunakan sebagai media tanam," kata perwakilan Kagama DKI Jakarta, Shodiq Sihardianto, Minggu (29/7).

Headline Koran Warta Kota edisi Senin, 30 Juli 2018
Headline Koran Warta Kota edisi Senin, 30 Juli 2018 (Koran Warta Kota)

Shodiq mengatakan cairan mikroba itu terbuat dari asam laktat yang mengandung empat bakteri. Nantinya keempat bakteri tersebut berfungsi melawan kandungan yang menyebabkan bau tidak sedap dari Kali Item.

"Ada proses efektif dari cairan mikroba tersebut. Biasanya kalau fermentasi itu paling lama tujuh hari, paling cepatnya bisa sehari bisa empat hari," ungkapnya.

Menurut Shodiq, sebanyak 2.500 liter cairan mikroba disemprotkan di dua lokasi yakni Danau Sunter sisi barat dan Kali Item dengan lima titik.

Halaman
1234
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help