Satpol PP Depok Ancam Bongkar Perumahan Elite Cinere Parkview

Karena hal itulah kami Satpol PP, sudah mengajukan rekomendasi ke pimpinan untuk langkah pemberian surat peringatan sampai pembongkaran

Satpol PP Depok Ancam Bongkar Perumahan Elite Cinere Parkview
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Material bangunan dan pengerjaan pembangunan di Cinere Parkview yang masih disegel, dilaporkan warga. 

KEPALA Satpol PP Kota Depok Yayan Arianto memastikan pihaknya sudah mengajukan rekomendasi ke pimpinan tertingginya yakni Wali Kota Depok M Idris untuk membongkar perumahan elite Cinere Parkview di RW 12, Kelurahan Limo, Kecamatan Limo, Depok, yang disegel pihaknya awal Mei 2018 lalu, karena dipastikan tidak memiliki izin mendirikan bangunan (IMB).

Apalagi kata Yayan, setelah penyegelan dilakukan, pengembang perumahan Cinere Parkview diketahui beberapa kali melakukan pembangkangan atau pelanggaran aturan penyegelan.

Mulai dari menutup plang segel dengan spanduk dan bannner iklan komersil TV kabel, sampai memasukkan material bahan bangunan ke kawasan perumahan dan tetap melanjutkan pembangunan.

Padahal sesuai aturan, selama perumahan dalam penyegelan, maka pengerjaan pembangunan wajib dihentikan. Selain itu tidak boleh pula menutup plang segel yang dipasang pihak berwenang.

"Karena hal itulah kami Satpol PP, sudah mengajukan rekomendasi ke pimpinan untuk langkah pemberian surat peringatan sampai pembongkaran Perumahan Cinere Parkview. Tapi sampai saat ini, disposisi dari pimpinan belum ada, atau belum turun ke Satpol PP," kata Yayan kepada Warta Kota, Minggu (29/7/2018).

Yayan memastikan pihaknya sudah menghentikan kegiatan pembangunan yang sempat dilakukan pengembang Perumahan elite Cinere Parkview, Jumat (27/7/2018) lalu.

Sebab selama dalam penyegelan, kata Yayan pengembang dilarang melakukan pengerjaan apapun di sana.

Adanya pengerjaan pembangunan dan material barang yang masuk ke perumahan, sebelumnya ka Yayan diketahui warga sekitar yang langsung melaporkannya ke Satpol PP Kota Depok, Jumat.

"Dari laporan warga, kami langsung hentikan kegiatan pengerjaan pembangunan di sana," kata Yayan.

Ke depan ia meminta pengembang tidak lagi melakukan pelanggaran aturan penyegelan, jika tidak ingin dibongkar paksa pihaknya.

Halaman
123
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved