Empat Pengembang Bangun Kawasan TOD di Lintasan LRT Bekasi

Pengembang properti mulai membangun kawasan transit oriented development (TOD) di empat titik stasiun Light Rail Transit (LRT)

Empat Pengembang Bangun Kawasan TOD di Lintasan LRT Bekasi
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Pengiriman gerbong LRT Jakarta di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Minggu (15/7) dinihari. 

Pengembang properti mulai membangun kawasan transit oriented development (TOD) di empat titik stasiun Light Rail Transit (LRT) atau kereta api ringan di Kota Bekasi. Investasi yang ditanam oleh perusahaan pelat merah dan swasta itu diprediksi sekitar Rp 5 triliun.

Kepala Bidang Penataan Ruang pada Dinas Tata Ruang (Distaru) Kota Bekasi, Dzikron mengatakan, keempat titik yang dibangun TOD berada di Jaticempaka, Cikunir I, Cikunir II dan Bekasi Barat. Sementara TOD yang ada di Bekasi Timur, kata dia, sudah selesai dibangun oleh BUMN lainnya, PT Adhi Karya.

"Bila ditotal ada lima TOD nanti yang dibangun di setiap stasiun LRT yang ada di Kota Bekasi," ujar Dzikron pada Minggu (29/7).

Menurut Dzikron, pembangunan TOD sangat dibutuhkan bagi daerah yang menyandang status metropolitan seperti halnya Kota Bekasi. Sebab keberadaan TOD sangat menunjang masyarakat dalam memperoleh fasilitas salah satunya kemudahan dalam transportasi umum.

Selain terdapat gedung parkir dan pusat perbelanjaan, kata dia, kebanyakan TOD juga dibangun hunian vertikal berupa apartemen dan hotel.

Dengan kata lain, TOD merupakan pengembangan kota yang mengadopsi tata ruang campuran karena terdapat berbagai macam fasilitas di dalamnya yang terintegrasi dengan transportasi umum seperti LRT, kereta Commuter Line dan bus.

"Bila ditotal investasinya cukup besar, namun sebagai gambaran satu apartemen saja biayanya bisa Rp 1 triliun. Belum pembangunan gedung komersil lainnya," kata dia.

Berdasarkan catatannya, konstruksi di dua lokasi pembangunan TOD sudah mulai terlihat seperti di Jaticempaka dan Cikunir I. Sementara pengembang di lokasi proyek Cikunir II tengah menyelesaikan site plan atau perencanaan pembangunan.

"Sedangkan pembangunan di Bekasi Barat baru akan dimulai karena sudah terlihat alat berat masuk ke dalam lokasi proyek," ucapnya.

Dia menambahkan, keempat pengembang itu telah mengantongi seluruh izin yang dikeluarkan pemerintah daerah. Izin tersebut misalnya Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) proyek, Amdal lalu lintas, izin prinsip dan sebagainya.

Halaman
12
Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved