Cairan Mikroba Ditebar di Kali Item agar Tidak Bau

nggak cuma sekadar mengurangi bau, tapi juga mengurai lumpur dari dalam kali supaya dapat digunakan sebagai media tanam

Cairan Mikroba Ditebar di Kali Item agar Tidak Bau
istimewa
cairan mikroba disemprot ke kali item 

Perhelatan Asian Games 2018 yang sudah didepan mata membuat penanganan bau tidak sedap dari Kali Sentiong atau Kali Item, Tanjung Priok, Jakarta Utara dikebut. Cairan mikroba pun disemprotkan di Kali Item untuk mengatasi masalah tersebut.

Adalah Keluarga Alumni Universitas Gajah Mada (Kagama) DKI Jakarta yang berinisiatif menyemprotkan cairan mikroba tersebut. Hal itu dilakukan untuk mengurangi bau tidak sedap yang muncul dari Kali Itam dengan cara mengurai limbak organik.

“Sebenarnya nggak cuma sekadar mengurangi bau, tapi juga mengurai lumpur dari dalam kali supaya dapat digunakan sebagai media tanam,” kata perwakilan Kagama DKI Jakarta, Shodiq Sihardianto, Minggu (29/7).

Shodiq menambahkan cairan mikroba itu terbuat dari asam laktat yang mengandung empat bakteri. Nantinya keempat bakteri tersebut berfungsi melawan kandungan yang menyebabkan bau tidak sedap dari Kali Item.

“Ada proses efektif dari cairan mikroba tersebut. Biasanya kalau fermentasi itu paling lama tujuh hari, paling cepatnya bisa sehari bisa empat hari,” ungkapnya.

Menurut Shodiq ada sebanyak 2.500 liter cairan mikroba yang disemprotkan di dua lokasi yakni Danau Sunter sisi barat dan Kali Item dengan lima titik. Kedua lokasi itu dipilih karena bersinggungan langsung dengan Wisma Atlet Kemayoran.

“Total ada 2.500 liter untuk dua lokasi dengan lima titik. Setiap titiknya 500 liter, dan kita masih standby 10 ribu liter lagi. Makanya kita coba ini dengan beberapa hari nanti, kita tes lagi, kita sampling,” sambungnya.

Namun demikian pihaknya optimis apa yang dilakukan berjalan sesuai harapan. Pasalnya mereka telah melakukan uji laboratorium terhadap air di Kali Item sebelum melakukan penyemprotan.

“Harapan kita memang sudah efektif ya, karena kita sudah biasa pakai berpuluh-puluh tahun. Dalam beberapa hari kedepan, uji laboratorium akan kembali dilakukan guna mendapatkan data hasil dari penyemprotan,” tutupnya. (jhs)

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: ahmad sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved