Eksklusif Wartakota

9 Lombok Message Hasil Ulama Internasional, TGB Zainul Majdi: Jangan Gampang Tuduh Kafir dan Bidah

TGB Muhammad Zainul Majdi mengatakan, pertemuan ulama internasional menghasilkan 9 Lombok Message. Jangan gampang mengafirkan dan membidahkan.

9 Lombok Message Hasil Ulama Internasional, TGB Zainul Majdi: Jangan Gampang Tuduh Kafir dan Bidah
@tuangurubajang
Tuan Guru Bajang Muhammad Zainul Majdi bersama sejumlah ulama internasional usai pembukaan acara di Lombok, NTB. Acara berlangsung 26-29 Juli 2018. 

Di samping itu, ada juga kesepakatan para ulama yang menolak perilaku menang sendiri dan merasa kelompoknya yang paling benar serta gampang menganggap kelompok yang berbeda sebagai kafir dan bidah, yakni poin keempat.

"Al-Azhar al-Syarif adalah garda depan wasathiyyah Islam sepanjang sejarah, lebih dari seribu tahun, dengan metode yang mengakui dan mengukuhkan keragaman, menghormati pandangan dan sikap orang lain yang berbeda, tanpa menuduhnya kafir (takfîr), fasiq (tafsîq) dan berbuat bid`ah (tabdî)," demikian isi butir keempat.

Lebih lengkap terkait isi 9 Lombok Message, bisa disimak status TGB berikut ini.

@tuangurubajang: Alhamdulillah.

Ikhtiar kami untuk mensosialisasikan konsep dan menyebarkan metode dakwah yang merangkul semua kalangan melalui manhaj jalan tengah alias Moderasi Islam (Wasathiyyatul Islam) melalui Konferensi Ulama Internasional 2018 di Islamic Center Mataram Lombok NTB pada 27-29 Juli 2018, menghasilkan sembilan kesepakatan yang disebut Lombok Message. . .

Sahabat saya Dr. H. Muchlis Hanafi selaku Sekjen Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) Cabang Indonesia, membacakan 9 poin kesepakatan Lombok Message pada penutupan Konferensi Ulama Internasional 2018.

Semoga semua ikhtiar ini, mendapat berkah dan rahmat dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Aamiin ya robbal Alamin.

Berikut ini 9 poin Lombok Message atau rekomendasi Konferensi Ulama Internasional di Lombok, NTB:

1. Para peserta konferensi bersepakat bahwa Ahlussunnah wal Jama'ah adalah mereka yang mengikuti ajaran Nabi Muhammad Saw dan para sahabatnya, yang berpegang teguh pada Al-Qur`an dan Sunnah, yaitu para pengikut Asy'ariyyah-Maturidiyyah, para fukaha, ahli hadis dan tasawuf yang mengikuti Al-Qur'an dan hadis Nabi Muhammad Saw.

2. Konsep "al-firqah al-nâjiyah" (kelompok yang selamat) seperti disebut dalam beberapa riwayat dan menjadi salah satu pemicu perpecahan umat Islam, adalah masalah khilafiah yang belum disepakati para ulama. Riwayat-riwayat hadis tentang itu masih diperdebatkan para ulama, baik dari periwayatan (sanad) maupun substansinya (matan), terutama yang terkait dengan prediksi di akhirat bahwa "semuanya masuk neraka kecuali satu kelompok". Ini masalah akidah yang harus didasari pada hadis-hadis yang mutawatir. Konsep ini tidak bertentangan dengan perbedaan dan keragaman dalam pandangan keagamaan, dan tidak bertolak belakang dengan perintah untuk menjaga persatuan.

Halaman
123
Penulis: Suprapto
Editor: Suprapto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help