Pengelola Menampik Festival Condet Ganggu Lalu Lintas

Panitia Festival Condet menyanggah tudingan penyelenggaraan acara itu mengganggu arus lalu lintas.

Pengelola Menampik Festival Condet Ganggu Lalu Lintas
Warta Kota/Rangga Baskoro
Festival Condet berlangsung meriah di Jalan Raya Condet, Jakarta Timur. 

SEPANJANG kurang lebih 2 kilometer Jalan Condet Raya dijadikan area Festival Condet dari hari Sabtu sampai Minggu (28-29 Juli). Lalu lintas pun terganggu akibat diblokirnya jalan tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Hafidz Setiawan, Ketua Panitia Festival Condet menyatakan sudah melakukan koordinasi dengan pengurus RT dan RW setempat beserta kepolisian.

"Banyak memang yang berpendapat pro dan kontra karena dianggap kalau kami menutup jalan. Tapi begini, menurut saya yang enggak mengizinkan itu orang luar Condet."

"Jauh sebelum digelarnya acara, kami koordinasi ke kepolisian, RT dan RW untuk menyebar surat persetujuan. Mayoritas warga 90 persen setuju. Lagi pula ini acara positif, pengembangan budaya sendiri," kata Hafidz di lokasi, Sabtu (28/7/2018).

Festival Condet, sambung Hafidz, merupakan salah satu cara untuk melestarikan budaya Betawi. Hafidz mengharapkan agar Jakarta bisa seperti Bandung yang kental sekali dengan kebudayaan Sundanya.

Oleh sebab itu, ia menyatakan Pemprov DKI Jakarta perlu mengkaji lebih jauh lagi terkait SK Gubernur mengenai percepatan pembangunan destinasi wisata, terutama bagi daerah-daerah yang memiliki kekhasan budaya Betawi seperti Condet.

"Karena seharusnya Condet ini jadi destinasi wisata di Jakarta. Ceritanya dulu Setu Babakan, Jakarta Selatan yang sekarang jadi Pusat Kebudayaan Betawi merupakan perpindahan dari Condet. Dipindahkan pas zaman Pak Fauzi Bowo sementara pas zaman Pak Ali Sadikin SK-nya belum dicabut. Jadi gantung, sebenarnya Condet ini termasuk destinasi wisata," ungkap Hafidz.

Padahal menurutnya, banyak unsur budaya Betawi yang terdapat di Condet, seperti aneka kuliner dan kesenian lain, contohnya adalag Salak Condet yang kebunnya seluas 3 hektare masih bisa ditemukan di sekitar wilayah tersebut.

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help