Ada yang Mampu Kuliahkan Anak Hingga S2, Pedagang Aksesoris 17-an Bermunculan

pedagang musiman, ibu tiga anak itu mampu menyekolahkan anaknya hingga jenjang perguruan tinggi.

Ada yang Mampu Kuliahkan Anak Hingga S2, Pedagang Aksesoris 17-an Bermunculan
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Pedagang bendera Merah Putih dan pernak-pernik kemerdekaan Republik Indonesia menunggu pembeli di Pasar Mester, Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa(1/8/2017). 

WALAUPUN perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) yang ke-73 masih beberapa minggu lagi, pedagang pernak-pernik khas 17-an sudah mulai ramai bermunculan.

Berdasarkan pantauan Warta Kota di Jalan Matraman Raya arah Kampung Melayu pada Sabtu (28/7/2018) sore, terdapat puluhan pedagang pernak-pernik khas 17-an di pinggir jalan tersebut. 

"Di sini mulai ramai yang dagang udah sejak seminggu yang lalu mas. Kami semua musiman," ujar Edo, pedagang pernak-pernik 17-an yang dijumpai Warta Kota.

Mereka berjualan dengan menggunakan gerobak yang dipenuhi oleh bendera merah-putih berbagai ukuran, umbul-umbul, balon dan background serta aksesoris lainnya.

HARGA yang ditawarkan pun beragam, tergantung dari jenis pernak-pernik dan ukurannya.

Untuk bendera merah putih, umbul-umbul dan background harga yang ditawarkan berkisar antara Rp 45.000 - Rp 65.000.

Sedangkan untuk aksesoris berupa balon merah putih harga yang dipatok oleh para pedagang lebih murah.

"Penghasilan kalau ramai sekitar Rp 1.000.000, kalau lagi sepi cukup untuk makan aja, paling Rp 100.000," kata Edo kepada Warta Kota.

Edo yang berjualan tidak jauh dari tempat tinggalnya itu, mengaku mengambil barang dagangan dari seorang bos besar. Besarnya keuntungan yang diperolehnya tergantung dari harga jual setiap pernak-pernik 17-an yang berhasil ditawarkannya kepada pembeli.

Menurutnya, beberapa pembeli berhasil mendapatkan harga yang lebih murah lantaran pintar bernegosiasi.

Namun, ada juga pembeli yang langsung setuju dengan harga yang ditawarkan Edo. Pembeli tipe seperti ini adalah mereka yang menggunakan mobil dan bertransaksi tanpa keluar dari mobilnya.

"Pembeli yang kayak gitu saya suka mas. Jadi untungnya agak lumayan. Intinya tergantung saya aja pintar-pintar nawarin ke calon pembeli," ucap Edo.

Berbeda dengan Edo, pedagang pernak-pernik 17-an lainnya yang bernama Wenny mengaku sering mendapatkan pesanan dalam jumlah besar.

Bahkan, sejak awal Juli 2018, Wenny telah mendapatkan pesanan umbul-umbul dan bendera merah putih dari sejumlah perusahaan dan organisasi.

"Kalau transaksi, saya kasih kontak juga ke pembeli. Sebagian besar yang pesan itu pembeli tahun lalu yang saya kasih nomor telepon," kata Wenny.

Walaupun hanya berprofesi sebagai pedagang musiman, ibu tiga anak itu mampu menyekolahkan anaknya hingga jenjang perguruan tinggi S2.

Tidak tanggung-tanggung, dua dari tiga anaknya lulus dari universitas negeri terkemuka di Indonesia. Sedangkan putri bungsunya saat ini sedang menempuh pendidikan di sebuah universitas di Yogyakarta.

"Anak saya yang pertama udah S2 dan udah berkeluarga. Yang nomor dua juga udah tapi dia cuma S1. Terakhir yang bungsu masih kuliah di Jogja, mas," ucap Wenny.

Gerobak pedagang pernak-pernik 17-an di Jalan Matraman Raya arah Kampung Melayu, Jakarta Timur, Sabtu (28/7/2018).

Penulis: Hamdi Putra
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved