Polrestro Bekasi Kota Terima Laporan Dugaan Penipuan Umroh oleh Adhy Tour and Travel

POLRES Metro Bekasi Kota telah menerima laporan dugaan penipuan dan penggelapan yang dilakukan Adhy Tour and Travel terhadap 151 warga Bekasi.

Polrestro Bekasi Kota Terima Laporan Dugaan Penipuan Umroh oleh Adhy Tour and Travel
m18/Muhamad Azzam
KUASA Hukum korban penipuan biro perjalanan umroh, Martin Iskandar, menunjukkan bukti laporan ke polisi di Polres Metro Bekasi Kota, Kamis (26/7/2018). 

POLRES Metro Bekasi Kota telah menerima laporan dugaan penipuan dan penggelapan yang dilakukan Adhy Tour and Travel terhadap 151 warga Bekasi.

"Iya kami telah terima laporan dan sedang memproses laporan untuk menyelesaikan Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Setelah ini, rencananya akan memanggil saksi-saksi," ujar Kabag Humas Bekasi Kota'>Polres Metro Bekasi Kota Kompol Erna Ruswing Andari, Kamis (26/7/2018).

Erna menjelaskan, penyelidikan BAP ini terjadi setelah lima agen melaporkan Direktur utama (Dirut) Adhy Tour and Travel, Yanti Irianty Firdaus, pada Selasa (24/7/2018) lalu.

"Kalau penyelidikan telah tuntas, kepolisian selanjutnya akan menjadwalkan pemanggilan terlapor," ucapnya.

KUASA Hukum korban penipuan biro perjalanan umroh, Martin Iskandar, menunjukkan berkas yang dijadikan laporan ke polisi di Polres Metro Bekasi Kota, Kamis (26/7/2018).
KUASA Hukum korban penipuan biro perjalanan umroh, Martin Iskandar, menunjukkan berkas yang dijadikan laporan ke polisi di Polres Metro Bekasi Kota, Kamis (26/7/2018). (m18/Muhamad Azzam)

Sementara itu, Kuasa Hukum korban penipuan biro perjalanan umroh, Martin Iskandar, menjelaskan, pada tahap awal ada dua pelapor atas nama Tati dan Meity Indra Poernomo. Laporan tahap pertama telah memasuki pemanggilan saksi dari Adhy Tour and Trav dan terlapor.

"Terlapor juga sudah dimintai keterangan. Pelapor tahap pertana ini bukan agen, melainkan calon jamaah umroh yang diduga tertipu juga," ungkapnya.

Kemudian, lanjut Martin, usai itu masuk kembali laporan pada tahap kedua dengan saksi atau pelapor yang lebih kuat. Pasalnya, para korban akan saling menjadi saksi satu sama lain untuk memperkuat keterangan. Terlebih, para agen memang saling mengenal.

"Pelapor dua (tahap kedua) akan menjadi saksi pelapor satu," terang Martin.

Sementara, pihak terlapor hingga petang ini belum bisa terkonfirmasi. Dikarenakan panggilan melalui teleponnya tidak kunjung diangkat.

Sebelumnya diberitakan, para korban umumnya tergiur dengan paket murah yang dipatok Rp 15 juta hingga Rp 18 juta. Awalnya pihak Adhy Tour and Travel tidak ada masalah, namun sejak pertengahan 2014 pihak biro perjalanan tidak kunjung memberangkatkan jamaah umroh hingga saat ini.

Akibat dugaan penipuan ini, para agen harus menalangi angsuran para calon jamaah umroh dengan total berkisar Rp 2,059 miliar.

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help