Pedagang Kaki Lima

PKL di Kawasan Industri Panarub Tangerang Rampas Hak Pengguna Jalan

PKL yang biasa menggelar lapaknya di Kawasan Industri Panarub, Kota Tangerang ditertibkan karena telah merampas hak pengguna jalan.

PKL di Kawasan Industri Panarub Tangerang Rampas Hak Pengguna Jalan
Warta Kota/Andika Panduwinata
Pedagang kaki lima (PKL) yang biasa menggelar lapaknya dj kawasan industri Panarub, Kota Tangerang ditertibkan. Pasalnya keberadaan mereka telah merampas hak pengguna jalan. 

PEDAGANG kaki lima (PKL) yang biasa menggelar lapaknya dj kawasan industri Panarub, Kota Tangerang ditertibkan. Pasalnya keberadaan mereka telah merampas hak pengguna jalan.

Hal tersebut dijelaskan langsung oleh Kepala Bidang Ketertiban Umum, Satpol PP Kota Tangerang, Gufron Falfeli.

Penertiban yang melibatkan petugas gabungan itu berhasil mengembalikan fungsi trotoar yang biasa dipakai untuk para pedagang kaki lima tersebut berjualan

Gufron mengaku jajarannya terpaksa melakukan penertiban ini lantaran banyaknya laporan dari masyarakat.

Warga mengeluhkan keberadaan PKL di sekitar lokasi tersebut yang tidak jarang menyebabkan kemacetan.

"Keberadaan para pedagang kaki lima ini banyak dikeluhkan. Karena hampir di setiap hari keberadaan mereka kerap kali menimbulkan kemacetan yang panjang terlebih disaat jam pulang dan berangkat kerja," ujar Gufron kepada Warta Kota, Jumat (27/7/2018).

Selain melakukan penertiban, pihaknya mengimbau para pedagang kaki lima tersebut agar tidak lagi mengambil paksa hak pengguna jalan.

Terlebih saat ini Pemerintah Kota Tangerang tengah merevisi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2011 Tentang Ketertiban Umum.

"Dendanya bisa membayar Rp 50 juta jika melanggar. Harapannya, para pedagang dapat memahaminya dan mentaati peraturan yang saat ini tengah dikaji," ucapnya.

Penertiban tersebut, menurutnya diharapkan dapat menciptakan rasa nyaman dan aman bagi warga Kota tangerang.

"Kami tidak melarang para pedagang tersebut untuk mencari rezeki, hanya saja kami mengimbau para PKL ini jangan berjualan di tempat - tempat yang bukan semestinya," kata Gufron.

Petugas mengamankan identitas dan perlengkapan para pedagang kaki lima. Hal ini dilakukan agar menimbulkan efek jera.

"Kami panggil mereka ke Kantor Satpol PP untuk dilakukan pembinaan yang lebih mendalam. Dan para pedagang diberi kesempatan selama tiga hari mengambil barang - barang yang disita," paparnya. (dik)

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved