Palyja Bongkar Pipa Air Sambungan Ilegal di Duri Kepa

Palyja membongkar sambungan ilegal di tiga titik di kawasan Duri Kepa, Jakarta Barat.

Palyja Bongkar Pipa Air Sambungan Ilegal di Duri Kepa
Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan
Petugas PT Palyja membongkar sambungan pipa ilegal di kawasan Duri Kepa, Jakarta Barat. 

PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) bersama dengan petugas Dit Pam Obvit Polda Metro Jaya membongkar pipa tapping (pipa air sambungan) ilegal di lingkungan RT 4, 5, dan 6 RW 2 Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Pipa ilegal ini sudah tersambung ke lingkungan warga diperkirakan sudah lebih dari tiga tahun.

Sejumlah anggota kepolisian dengan anggota Palyja membongkar pipa sambungan air ilegal, di lingkungan warga di Duri Kepa itu.

Sambungan pipa air ilegal yang dibongkar.
Sambungan pipa air ilegal yang dibongkar. (Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan)

Pembongkaran paksa ini dilakukan petugas di lokasi lantaran pipa-pipa air sambungan telah terbukti ilegal.

"Pipa ini dibolongin dan disambung lagi pakai pipa lain dan disambung ke pemukiman warga di sini (RT 4, 5 dan 6 RW 02). Pelanggaran dan harus dibongkar," kata salah satu petugas dari Palyja, Jumat (28/7/2018).

Pipa air sambungan ilegal itu, diketahui ukuran berdiameter 3. Terindikasi, pipa sambungan ini tersambung lebih dari tiga tahun.

"Tiga tahunan lah ini sambungan pipa air ilegal terpasang di sini," kata petugas itu kembali.

Sementara, Lydia Astriningworo, yang sebagai Corporate Communiations and Social Responsinilty Division Head PT Palyja, katakan kegiatan investigasi ini tengah dilaksanakan di 10 lokasi dari 16 Juli hingga 14 Agustus 2018.

"Kegiatan ini bertujuan untuk menemukan dan menindaklanjuti pencurian air dari sambungan tidak resmi dan pemakaian air tidak resmi oleh pelanggan dan masyarakat. Ruang lingkup dari pekerjaan ini, dengan menyisir area indikasi air dengan gunakan metode door to door. Lalu, di di sini kami memutus sambungan illegal serta dapat proses tindak pencurian secara perdata, dan pidana," paparnya.

Petugas membongkar di titik yang telah diperkirakan terdapat sambungan ilegal.
Petugas membongkar di titik yang telah diperkirakan terdapat sambungan ilegal. (Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan)

Hasil investigasi sementara hingga tanggal 25 Juli 2018, papar Lydia, ditemukan sambungan air tidak resmi sebanyak 579 sambungan dan 22 kasus penggunaan air tidak resmi.

"Air yang terselamatkan dari sambungan air di tidak resmi sebesar 11.360 meter kubik (m3) per-bulan atau setara dengan 4,4 liter per detik ya. Kegiatan ini, rutin dilakukan untuk bisa lagi ditingkatkan pelayanan PALYA ke pelanggan, dan memberikan efek jera. Di kegiatan ini juga, sebagai bentuk dukungan terhadap Peraturan Daerah (Perda) DKI no 11 tahun 1993 tentang Pelayanan Air Minum di Wilayah Khusus Ibukota Jakarta dan Surat Keputusan Direktur PAM Jaya nomor 72 tahun 2014," ungkapnya.

Penulis: Panji Baskhara Ramadhan
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved