INASGOC: Pemprov DKI Masih Harus Menyelesaikan 3 Persoalan Jelang Asian Games 2018

INASGOC mempercayakan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menyelesaikan tiga persoalan utama jelang Asian Games.

INASGOC: Pemprov DKI Masih Harus Menyelesaikan 3 Persoalan Jelang Asian Games 2018
Warta Kota/Alex Suban
Ketua Indonesia Asian Games 2018 Organizing Comittee (Inasgoc), Erick Thohir. 

WARTA KOTA, PALMERAH---Ketua Panitia Penyelenggara Asian Games (INASGOC), Erick Thohir, mengatakan, INASGOC mempercayakan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menyelesaikan tiga persoalan utama selama tiga pekan menjelang pelaksanaan Asian Games.

Ketiga persoalaan itu adalah masalah polusi udara, kemacetan lalu lintas, dan kondisi lingkungan di sekitar arena dan wisma atlet.

Baca: Ribut Persiapan Asian Games, Inasgoc Ajak Masyarakat Senamduls

"Saya rasa Pemerintah Daerah DKI Jakarta sekarang sedang mengutamakan pada tiga hal. Jadi, beri kesempatan mereka (Pemprov DKI Jakarta) untuk perbaikan itu," kata Erick Thohir usai melaporkan perkembangan persiapan Asian Games kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wapres Jakarta, Jumat (27/7/2018) siang.

Pelaksanaan Asian Games yang tinggal 21 hari masih menyisakan sejumlah persoalan non-teknis di lokasi acara, khususnya di DKI Jakarta.

Baca: INASGOC Tidak Bersedia Lakukan Undian Ulang Cabang Olahraga Sepak Bola

Persoalan tersebut antara lain terkait masih tingginya tingkat polusi udara, kemacetan lalu lintas dan kondisi lingkungan sekitar arena dan wisma atlet.

Erick mengatakan, INASGOC tidak dapat menyelesaikan persoalan-persoalan tersebut, sehingga kerja sama dengan pemerintah daerah diperlukan untuk menyukseskan pelaksanaan Asian Games 2018.

"Tentu kami panitia, INASGOC, mungkin wilayahnya juga tidak mencapai sampai segitu. Keputusan-keputusan, seperti soal udara tadi, saya yakin Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pasti ada terobosan untuk itu," kata Erick seperti dilansir Antaranews.com.

Baca: Warga Keluhkan Harga Tiket Asian Games Mahal, DPR Akan Panggil INASGOC

Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta mengklaim pengurangan polusi udara telah terjadi sebagai akibat dari kebijakan penerapan sistem nomor kendaraan ganjil-genap yang melintas di kawasan Jakarta.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Isnawa Adji, mengatakan, telah terjadi penurunan konsentrasi gas karbon monoksida (CO), nitrogen oksida (NO) dan total hidro karbon (THC) selama penerapan sistem ganjil-genap.

Baca: INASGOC Ajukan Tambahan Anggaran untuk Pembukaan dan Penutupan Asian Games 2018

Dia memaparkan dari hasil monitoring kualitas udara di Stasiun DKI 1 Bundaran Hotel Indonesia, terjadi penurunan konsentrasi CO sebesar 26,92 persen dan konsentrasi THC turun sebesar 12,62 persen.

Di Stasiun DKI 2 Kelapa Gading terjadi penurunan konsentrasi CO sebesar 10,19 persen, kosentrasi NO turun 12,33 perseb, dan NO2 turun sebesar 1,48 persen. Sedangkan di Stasiun DKI 4 Lubang Buaya terjadi penurunan kosentrasi CO sebesar 6,75 persen dan NO sebesar 22,97 persen.

Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help