Hari Ini BPJS Kesehatan, Kementerian Kesehatan dan Presiden Jokowi Digugat Pasien Kanker Payudara

Tim Advokasi Trastuzumab akhirnya menempuh jalur hukum untuk memperjuangkan nasib Juniarti dan pasien kanker payudara HER2 Positif lainnya.

Hari Ini BPJS Kesehatan, Kementerian Kesehatan dan Presiden Jokowi Digugat Pasien Kanker Payudara
Warta Kota/Hamdi Putra
Kantor Pusat BPJS Kesehatan. 

SETELAH  melayangkan somasi pekan lalu dan negosiasi berakhir buntu, Tim Advokasi Trastuzumab akhirnya menempuh jalur hukum untuk memperjuangkan nasib Juniarti dan pasien kanker payudara HER2 Positif lainnya.

Rencananya, Tim Advokasi Trastuzumab selaku kuasa hukum dari Juniarti, akan menggugat BPJS Kesehatan, Dewan Pertimbangan Klinis, Kementerian Kesehatan dan Presiden Joko Widodo ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada hari ini, Jumat (27/7/2018).

"Mengapa Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dan bukan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat? Karena menurut UU BPJS bila terjadi sengketa maka wilayah yang menjadi tempat persidangan adalah tempat pemohon. Sementara Sekterariat Tim Advokasi Trastuzumab berada di daerah Jakarta Selatan," kata Rusdianto Matulatuwa, salah satu tim kuasa hukum Juniarti.

Diberitakan sebelumnya, BPJS Kesehatan akhirnya memenuhi panggilan somasi Tim Advokasi Trastuzumab terkait kasus pasien kanker payudara HER2 Positif yang dialami Juniarti.

Pertemuan tersebut berlangsung di Gedung Graha Pratama Lantai 20, Tebet, Jakarta Selatan, pada Senin (23/7/2018) sekitar pukul 10.00 WIB.

Dari delapan orang delegasi BPJS Kesehatan, turut hadir Asisten Deputi Hukum BPJS Kesehatan M Makhruf, Asisten Deputi Bidang Utilisasi dan Anti-fraud Rujukan BPJS Kesehatan Elsa Novelia dan Kepala Humas BPJS Kesehatan Nopi Hidayat.

Sedangkan dari Tim Advokasi Trastuzumab diwakili Rusdianto Matutaluwa, Wahyu Budi Wibowo dan Andre Abrianto Manalu.

Namun, perundingan yang berlangsung selama dua jam itu menemui jalan buntu. Pihak BPJS Kesehatan masih tetap menolak untuk menjamin Trastuzumab untuk penderita kanker payudara HER2 Positif sejak 1 April 2018.

"Tim Advokasi Trastuzumab sudah mengingatkan BPJS Kesehatan bahwa dengan melakukan itu mereka sama saja sedang dalam proses menghilangkan nyawa salah satu pasien kanker payudara HER2 Positif, Juniarti, yang baru terdeteksi Mei 2018," ujar Rusdianto Matulatuwa dalam rilis yang diterima Warta Kota, Selasa (24/7/2018).

Kabar buruk tersebut juga disampaikan Tim Advokasi Trastuzumab kepada suami Juniarti, Edy Haryadi. Saat itu, Juniarti baru saja keluar dari Rumah Sakit Persahabatan Jakarta Timur.

Halaman
1234
Penulis: Hamdi Putra
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved