Bulog Karawang-Bekasi Telah Memproduksi 15.000 Beras Kemasan

Sekitar 13.500 kemasan telah disebar ke warung-warung kecil di lima RPK di Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi.

Bulog Karawang-Bekasi Telah Memproduksi 15.000 Beras Kemasan
Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri
Keberadaan beras kemasan (sachet) yang digagas Direktur Utama Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog), Budi Waseso, di Kota Bekasi kurang diminati pembeli. 

WARTA KOTA, BEKASI----Kepala Bulog Sub Drive Karawang-Bekasi, Sulais, mengatakan, pada tahap pertama, Bulog Karawang-Bekasi telah memproduksi 15.000 beras kemasan (saset)

Sekitar 13.500 Kemasan telah disebar ke warung-warung kecil di lima RPK di Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi.

Adapun lima RPK itu adalah RPK Permata, Mulus, My Bunda, Finara dan Catur.

Baca: Beras Kemasan Ukuran 200 Gram Kurang Diminati di Kota Bekasi

"Beras sachet ini diproduksi sendiri, karena Bulog Karawang telah memiliki alat packing (pengemas) khusus untuk mengemas beras renceng," kata Sulais, Jumat (27/7/2018).

Sulais tidak menampik, banyak masyarakat di Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi yang belum mengetahui beras saset tersebut.

Oleh karena itu pemasarannya belum dilakukan secara menyeluruh ke lapisan masyarakat.

Baca: Perum Bulog Serius Menjalankan Bisnis Beras Kemasan Mini atau Saset September Mendatang

"Sekarang masih pengenalan, seperti uji coba. Kami lihat respon masyarakat, kalau bagus secepatnya akan diproduksi lagi untuk tahap kedua," katanya.

Wakil Kepala Sub Drive Karawang-Bekasi, Dedi Kurniadi, mengatakan, beras saset juga dipasarkan ke sejumlah warung kelontong di daerah Karawang, Jawa Barat.

"Kalau di Karawang sudah banyak di warung-warung kelontong dan sudah banyak yang laku di pasaran," katanya.

Baca: Setelah Beras Sasetan, Buwas Tidak Ingin Ada Lagi Operasi Pasar

Menurut Dedi, selain beras pihaknya juga memasarkan produk komoditi lainnya seperti minyak goreng, gula dan sebagainya.

Dengan modal sekitar Rp 5 jutaan, masyarakat bisa bekerja sama dengan Bulog untuk membuka outlet RPK.

"Kami menjalin kerja sama dan berbagi keuntungan dengan siapa saja yang mau memulai memerdagangkan produk Bulog," kata Dedi.

Baca: Jelang Lebaran, Harga Beras di Tangerang Turun

Keberadaan beras kemasan (sachet) yang digagas Direktur Utama Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog), Budi Waseso, di Kota Bekasi kurang diminati pembeli.

Dari 50 bungkus yang dikirim petugas sejak awal bulan ini, belum ada pelanggan yang membeli beras yang dijual seharga Rp 2.500 per bungkus ini.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help