Bambang Pamungkas Makan Gudeg Bersejarah Sebelum Persija Jakarta vs Bhayangkara FC

BAMBANG Pamungkas, kapten Persija Jakarta, memilih makan gudeng bersejarah di Yogyakarta sebelum pertandingan.

Bambang Pamungkas Makan Gudeg Bersejarah Sebelum Persija Jakarta vs Bhayangkara FC
instagram @thenekatchef
Bambang Pamungkas mampir di lapak gudeg bersejarah sebelum pertandingan Persija Jakarta vs Bhayangkara FC. 

Perempuan yang memiliki nama asli Setya Utomo ini menuturkan, saat pertama kali berjualan, dirinya berkeliling menjajakan dagangannya dengan berjalan kaki dari rumahnya di Klebengan, Caturtunggal, E-6 Depok, Sleman, ke kawasan Kaliurang.

"Gudeg saya gendong, lalu jalan kaki berkeliling. Zaman dulu kan tidak ada bus, rumah juga belum banyak seperti sekarang," ungkapnya saat ditemui Kompas.com di Jalan Sosrowijayan, Yogyakarta, Selasa (19/1/2016) pagi.

Perempuan yang dikaruniai lima anak dan 15 cucu ini mengaku merasakan transaksi dengan menggunakan mata uang "benggol" dan sen.

Bahkan, dia berjualan pada masa empat sampai lima pincuk nasi gudeg hanya seharga satu sen.

"Benggol, terus uang koin yang bolong tengahnya itu saya sudah mengalami. Wong zaman itu satu sen bisa mendapat empat sampai lima pincuk gudeg," ujarnya.

Hanya saja, dia mengaku lupa alasan awalnya ikut berjualan gudeg. "Lupa, Mas, tetapi kan di desa zaman dulu banyak yang buat gudeg," ucapnya.

Dikunjungi turis asing Setelah puluhan tahun berjualan gudeg dengan keliling berjalan kaki, kini usaha Mbah Lindu menetap di sebuah poskamling di Jalan Sosrowijayan.

Mbah Lindu hanya menyediakan kursi berukuran 1,5 meter tanpa meja. Sensasi kesederhanaan ini semakin membuat pembeli seakan-akan berada di Yogyakarta zaman dahulu.

Gudeg Mbah Lindu selalu habis diserbu pembeli setiap hari. Banyak pula pembeli yang memborong gudegnya untuk dibungkus sebagai oleh-oleh.

"Ya, sekarang di sini. Pagi diantar cucu dengan mobil terbuka itu. Buka dari jam 5 pagi sampai jam 10 pagi," ujarnya.

Halaman
123
Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help