2.585 Kendaraan di Jakarta Selatan Jalani Uji Emisi

Uji emisi kendaraan di Jakarta Selatan yang diadakan oleh Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Selatan ternyata melampaui target.

2.585 Kendaraan di Jakarta Selatan Jalani Uji Emisi
Warta Kota/Feryanto Hadi
Petugas Sudin Lingkungan Hidup Jakarta Selatan saat melakukan uji emisi kendaraan roda empat yang melintas di depan Taman Makam Pahlawan, Kalibata, Pancoran, Selasa (24/7/2018). 

UJI emisi kendaraan di Kota Administrasi Jakarta Selatan yang diadakan oleh Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH) Jakarta Selatan ternyata melampaui target.

Tercatat, sebanyak 2.585 kendaraan mengikuti uji emisi gratis yang digelar dari 24 hingga 26 Juli 2018.

Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH) Jakarta Selatan, Syarifuddin mengatakan, pada awalnya, Sudin LH Jaksel menetapkan target sebanyak 2.000 kendaraan.

Tetapi, tak disangka, kendaraan yang mengikuti uji emisi tersebut melampaui target yang telah ditentukan.

"Dari tiga hari pelaksanaan, sebanyak 2.227 kendaraan jenis bensin dan 358 kendaraan jenis solar mengikuti uji emisi yang digelar di tiga lokasi yang berbeda," kata Syarifudin, Jumat (27/7/2018).

Syarifudin menuturkan, dari keseluruhan kendaraan yang diuji, tercatat ada 273 kendaraan yang tidak lulus uji.

Mereka direkomendasikan melakukan perbaikan kendaraan dan tidak diberikan stiker tanda lulus uji.

"Yang tidak lulus itu jenis bensin ada 61 kendaraan dan jenis solar 212 kendaraan," pungkasnya.

Diketahui, tiga lokasi yang menjadi titik uji emisi antara lain Halaman Taman Makam Kalibata, Kelurahan Duren Tiga, Kecamatan Pancoran, Halte Stasiun Universitas Pancasila (arah Depok) Kelurahan Lenteng Agung, Kecamatan Jagakarsa, dan di depan One Belpark Mall, Kelurahan Pondok Labu, Kecamatan Cilandak.

Wali Kota Jakarta Selatan Marullah sebelumnya mengatakan, uji emisi ini dilaksanakan secara gratis sebagai bagian dari pelaksanaan kegiatan tahun anggaran 2018, dan dalam rangka pelaksanaan Evaluasi Kualitas Udara Perkotaan (EKUP).

"Seiring meningkatnya volume kendaraan bermotor di kota- kota besar, diikuti kurangnya kesadaran masyarakat untuk merawat kendaraannya tentunya akan menimbulkan dampak negatif berupa menurunnya kualitas udara perkotaan. Untuk itulah kita perlu adakan uji emisi ini," ujarnya.

Uji emisi ini, kata walikota, sesuai amanat Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 2 Tahun 2005 tentang Pengendalian Pencemaran Udara, Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 92 tahun 2007 tentang Uji Emisi dan Perawatan Kendaraan Bermotor, dan Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 31 Tahun 2008 tentang Ambang Batas Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor.

"Uji emisi kendaraan bermotor sangat diperlukan bukan hanya dalam rangka memenuhi amanat peraturan yang ada, tetapi juga memberikan manfaat bagi pemilik kendaraan," ujarnya.

Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help