Pilpres 2019

Sekjen PDIP: Menjelang Pemilu SBY Pasti Selalu Mengeluh Tentang Megawati

Ia pun mengingatkan apa yang terjadi menjelang Pilpres 2004. Saat itu, kata dia, SBY menyatakan diri sebagai orang yang dizalimi.

Sekjen PDIP: Menjelang Pemilu SBY Pasti Selalu Mengeluh Tentang Megawati
HO/Dudi Anung
Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono menyalami Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri, di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (17/8/2017). 

SEKRETARIS Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menanggapi enteng 'keluhan melankolis' Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), terkait hubungannya dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Sukarnoputri.

"Monggo silakan lihat dalam jejak digital maupun media cetak, bahwa menjelang pemilu pasti Pak SBY selalu menyampaikan keluhannya tentang Ibu Megawati. Padahal Ibu Megawati baik-baik saja. Selama ini beliau diam, karena beliau percaya terhadap nilai-nilai Satyam Eva Jayate, bahwa pada akhirnya kebenaran lah yang akan menang," tutur Hasto dalam keterangan tertulis, Kamis (26/7/2018).

Hasto mengatakan, 'keluhan musiman' SBY tersebut terjadi karena sebagai seorang bapak, tentu mengharapkan yang terbaik bagi anaknya, yakni Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Baca: 10 Tahun Berusaha Pulihkan Hubungan dengan Megawati Sukarnoputri, SBY: Hormat Saya Tak Pernah Hilang

"Seluruh pergerakan politik Pak SBY adalah untuk anaknya, sementara Ibu Megawati jauh lebih luas dari itu. Ibu Mega selalu bicara untuk PDI Perjuangan; untuk Pak Jokowi; untuk rakyat, bangsa dan negara, sementara Pak SBY selalu saja mengeluhkan hubungan itu," paparnya.

Ia pun mengingatkan apa yang terjadi menjelang Pilpres 2004. Saat itu, kata dia, SBY menyatakan diri sebagai orang yang dizalimi.

Secara psikologis, menurut Hasto, seharusnya yang menzalimi yang merasa bersalah, namun Hasto merasa aneh lantaran SBY justru nampak sebagai pihak yang merasa bersalah dan selalu menuduhkan hal yang kurang tepat tentang Megawati.

Baca: SBY Ungkap Banyak Rintangan Berkoalisi dengan Jokowi, Sedangkan Jalan Bersama Prabowo Terbuka Lebar

Ia juga menceritakan tatkala jelang Pilpres 2014, ada salah satu ketua umum partai yang mendesak Megawati bertemu SBY guna memastikan kemenangan Jokowi.

“Ibu Megawati menegaskan bahwa Pak Jokowi akan menang karena dukungan rakyat. Sekiranya pertemuan saya dengan Pak SBY dianggap sebagai faktor utama kemenangan Pak Jokowi, maka kasihan rakyat yang telah berjuang. Banyak rakyat kecil yang iuran 20-50 ribuan untuk Pak Jokowi. Masa dukungan rakyat yang begitu besar untuk kemenangan Pak Jokowi kemudian dinihilkan hanya karena pertemuan saya," beber Hasto menirukan ucapan Megawati saat itu.

Hasto menilai, gagal tidaknya koalisi SBY dan Partai Demokrat dengan PDI Perjuangan, lebih dikarenakan kalkulasi rumit yang dilakukan SBY. Menurutnya, SBY hanya fokus dengan masa depan AHY.

Baca: Hubungan SBY dan Megawati Jadi Halangan Terbesar Partai Demokrat Gabung Koalisi Jokowi

"Jadi sebaiknya pemimpin itu bijak, kalau tidak bisa berkoalisi dengan Pak Jokowi karena sikapnya yang selalu ragu-ragu, ya sebaiknya introspeksi dan jangan bawa nama Ibu Mega seolah sebagai penghalang koalisi tersebut," tegas Hasto.

"Sekiranya Pak SBY mendorong kepemimpinan Mas AHY secara alamiah terlebih dahulu, mungkin sejarah bicara lain," sambungnya. (Vincentius Jyestha)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help