Pemerintah DKI Jakarta Minta Pabrik Tahu Tempe Ditutup, Pemilik: Berani Berapa Pemprov?

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meminta pabrik tahu tempe yang ada di sekitar Kali Sentiong atau Kali Item menghentikan aktivitasnya.

Pemerintah DKI Jakarta Minta Pabrik Tahu Tempe Ditutup, Pemilik: Berani Berapa Pemprov?
Warta Kota/Rangga Baskoro
Pabrik tempe di sekitar Kali Sentiong atau Kali Item, Kelurahan Serdang, Kemayoran, Jakarta Pusat. 

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meminta pabrik tahu tempe yang ada di sekitar Kali Sentiong atau Kali Item menghentikan aktivitasnya.

Limbah pabrik mereka dinilai menjadi penyebab utama baunya Kali Item yang ada di kawasan Wisma Atlet, Kemayoran.

Menanggapi hal itu, Abdul Basir (50) yang merupakan pemilik pabrik tempe di RT 05, Kelurahan Serdang, Kemayoran, Jakarta Pusat, menolak kebijakan tersebut.

"Berani (bayar) berapa Pemprov DKI? Tinggal dihitung saja. Mau makan apa saya? Sekarang dia sanggup enggak mengganti kerugian saya?" kata pria yang sudah menjalankan usaha produksi tempe selama lebih dari 40 tahun itu di lokasi, Kamis (26/7).

Dalam sehari, pabrik tempe Abdul bisa memproduksi sebanyak kurang lebih 6 kuintal tempe. Sebanyak 1 kuintal tempe bisa menghasilkan uang sebesar Rp 1.500.000.

"Hitung saja berapa? Berarti Rp 9 jutaan sehari," ujarnya.

Pabrik tempe di sekitar Kali Sentiong atau Kali Item, Kelurahan Serdang, Kemayoran, Jakarta Pusat.
Pabrik tempe di sekitar Kali Sentiong atau Kali Item, Kelurahan Serdang, Kemayoran, Jakarta Pusat. (Warta Kota/Rangga Baskoro)

Pabrik tempenya yang merupakan usaha warisan keluarga mempekerjakan sebanyak 8 orang karyawan.

Hasil produksi tempenya disalurkan ke hampir seluruh pasar tradisional yang ada di Jakarta, terutama wilayah Jakarta Utara.

Sementara itu, di wilayah Kemayoran, ia menyatakan ada sekitar 100 pengusaha tahu, tempe dan oncom.

Belum termasuk pengusaha tahu yang terletak di dekat Danau Sunter, Sunter Jaya, Jakarta Utara.

Halaman
12
Penulis: Rangga Baskoro
Editor: murtopo
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help