Menkumham Sebut Napi Koruptor Dipenjara Terpisah Agar Tak Diperas Napi Rampok, Copet, Pembunuh

KEMENTERIAN Hukum dan Hak Asasi Manusia memiliki alasan singkat mengapa Lapas Sukamiskin jadi tempat khusus bagi narapidana kasus korupsi.

Menkumham Sebut Napi Koruptor Dipenjara Terpisah Agar Tak Diperas Napi Rampok, Copet, Pembunuh
Warta Kota/Andika Panduwinata
Menteri Hukum dan HAM, Yasona Laoly di Lapas Klas IIB Anak dan Wanita, Kota Tangerang. 

KEMENTERIAN Hukum dan Hak Asasi Manusia memiliki alasan singkat mengapa akhirnya menjadikan Lapas Sukamiskin sebagai tempat khusus bagi narapidana kasus korupsi. 

Hal itu terungkap dalam acara Mata Najwa di Trans7 dengan tema 'Pura-Pura Penjara: Penjara Tak Bikin Jera', yang juga diposting di akun youtube Najwa Shihab. 

Dalam video di akun youtube Najwa Shihab, Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly, mengungkapan alasan singkat sampai Lapas Sukamiskin dibangun. 

"Kita tak mungkin menyatukan Napi koruptor dan Napi umum. Itu sudah pasti. Karena beberapa waktu, kalau digabung itu diperas (Napi koruptornya)," kata Yasona dalam acara tersebut. 

Tapi setelah ramainya suap di Lapas Sukamiskin, Yasona sudah memutuskan mengirim para Napi Korupsi ke Lapas di daerah tempat tinggalnya masing-masing. 

"Saya katakan dia (Lapas Sukamiskin) tak menjadi tempat eksklusif untuk napi koruptor. Kita akan sebar sesuai wilayah. Yang dari medan kembalikan saja ke medan. Keluarganya jadi tak keluar uang untuk menjenguk mereka," ujar Yasona. 

Dibongkar

Ramainya kemewahan di Lapas Sukamiskin berawal dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap tangan Kalapas Sukamiskin dengan barang bukti uang. 

Kalapas Sukamiskin diduga menerima suap dari para narapidana korupsi disana.

Kini imbas dari kasus itu, sekitar 32 saung di Lapas Sukamiskin dibongkar Satgas Kamtib Gabungan Lapas dan Rutan se- Jawa barat.

Halaman
12
Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Editor: ahmad sabran
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help