Mantan Relawan Jokowi: TGB Hengkang dari Partai Demokrat karena Ingin Berburu Sesuatu

Beragam pertanyaan terlontar, namun jawaban normatif terus disampaikan TGB dalam setiap kesempatan.

Mantan Relawan Jokowi: TGB Hengkang dari Partai Demokrat karena Ingin Berburu Sesuatu
Warta Kota/Alex Suban
Gubernur Nusa Tenggara Barat Muhammad Zainul Majdi yang bergelar Tuan Guru Bajang menjawab pertanyaan awak Tribun saat berkunjung di Kantor Redaksi Warta Kota Tribun Network, Jakarta Pusat, Kamis (12/7/2018) sore. 

GUBERNUR Nusa Tenggara Barat Muhammad Zainul Majdi yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB), hengkang dari Partai Demokrat.

Beragam pertanyaan terlontar, namun jawaban normatif terus disampaikan TGB dalam setiap kesempatan.

Tegasnya jawaban justru dilontarkan Ferdinand Hutahaean lewat akun twitternya @LawanPolitikJKW, Rabu (25/7/2018). Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat itu menyebut alasan TGB henkang karena ingin berburu sesuatu.

Baca: PDIP Bakal Ajak TGB Masuk Tim Kampanye Jokowi

Namun, dirinya tidak menjabarkan makna 'sesuatu' dalam kicauannya. Mantan Relawan Jokowi itu hanya menekankan TGB kini tengah berambisi atas sesuatu yang menurutnya melampaui batas kemampuan.

"TGB hengkang karena ingin berburu sesuatu diladang politik dengan ambisi yang melampui dirinya," ungkapnya lewat akun @LawanPolitikJKW pada Rabu (27/7/2018).

Keputusan Partai Demokrat melepas TGB pun dibeberkannya telah melalui riset. Terbukti, sosok Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) lebih unggul atas TGB; di bawah Prabowo yang menempati urutan pertama.

Baca: Partai Demokrat Duga TGB Mundur karena Ingin Intens Berkampanye Dukung Jokowi

"Di NTB sendiri, polling yg dilakukan ternyata AHY unggul dari TGB setelah Prabowo di urutan pertama. Suaranya? Selisih cukup besar. Jd tdk ush banyak omong jika tidak tau apa2," tegasnya.

Kicauan Ferdinand tersebut senyatanya membalas pertanyaan yang dilontarkan oleh Pengamat politik, Nadirsyah Hosen. Lewat akun @na_dirs, Ra'is Syuriah Pengurus Cabang Utama Nahdlatul Ulama (NU) di Australia dan Selandia Baru itu mempertanyakan alasan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membangun dinasti keluarga di Partai Demokrat.

"Kenapa SBY lebih condong membangun dinasti keluarga di PD? Bukankah sesuai namanya, PD harus menjadi partai yg demokratis, bukan sekedar partai-nya SBY? Akibatnya kader hebat spt TGB hengkang, boleh jadi krn mrs tak diakomodir dlm politik dinasti. Sayang banget," ungkap pria yang akrab disapa Gus Nadir itu.

Baca: Mundur, Partai Demokrat Doakan TGB Terpilih Sebagai Cawapres Jokowi

Jawaban Ferdinand disambut ramai masyarakat. Zainal lewat akun @djenggozainal mempertanyakan ambisi SBY terkait hengkangnya TGB.

"Kalo blh tau AHY berburu apa diladang politik? Apakah ambisi AHY saat ini tidak melampaui dirinya? Ataukan ini cuma ambisi SBY? TGB pindah dukungan politik itu biasa aja lah, sama kyk anda jg suka pindah. Betul bukan?" tanya Zainal.

"AHY memilki modal politik yang lebih dari cukup untuk dirinya," balas Ferdinand. (*)

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved