Maman Abdurahman Nangis Usai Laga Saat Ibundanya Koma Sebelum Meninggal Dunia

Maman tidak bisa menahan tangis ketika peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan dibunyikan.

Maman Abdurahman Nangis Usai Laga Saat Ibundanya Koma Sebelum Meninggal Dunia
Media Persija
Maman Abdurrahman 

BEK senior Persija Jakarta, Maman Abdurrahman baru saja kehilangan Ibunda tercinta, Tumiyati binti Muhamad Sutomo pada usia 68 tahun.

Sang Ibu meninggal dunia pada hari Minggu (22/7/2018) pukul 02.00 WIB.

Saat itu Maman tidak berada langsung disamping Ibunya, karena lagi perjalanan udara menuju Jakarta setelah bertanding melawan Mitra Kukar FC di Tenggarong, Kalimantan Timur.

"Sebelum bertanding lawan Mitra Kukar pun Ibu saya sudah dalam keadaan koma, semua keluarga sudah membaca surat Yasin. Alhamdulillah saya kuat dan tetap fokus ke pertandingan," cerita Maman.

Namun, mantan pemain PSIS Semarang itu tidak bisa menahan tangis ketika peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan dibunyikan, ia langsung teringat Ibunya yang sedang sakit di Jakarta.

"Selesai bertanding baru saya nangis. Ingat Ibu saya sedang koma" lanjutnya.

Baca: Zlatan Ibrahimovic Yakin Skuat Manchester United Raih Sukses di Musim Ini

"Dan akhirnya Ibu meninggal saat saya di perjalanan pulang dari Tenggarong, sebelum naik pesawat masih ada, setelah landing sudah tidak ada," tambah Maman.

Maman juga sebenarnya tidak menyangka harus kehilangan Ibundanya secepat ini, lantaran Ibunya yang didiagnosa menderita sakit diabetes itu sebelumnya tidak ada  tanda-tanda sakit.

Bahkan Maman dan keluarganya belum sempat  membawa Ibundanya ke rumah sakit, karena masih terlihat sehat meskipun memang terlihat sedikit lemas.

"Sebelumnya seperti tidak ada apa-apa. Tidak dibawa ke rumah sakit juga karena kelihatan baik-baik saja. Hanya agak lemas saja," lanjut Maman.

Kepergian Ibunya tidak membuat dirinya larut dalam duka yang lama, Maman dan kawan-kawan di Persija sudah kembali terbang ke Bantul, Yogyakarta untuk menghadapi Bhayangkara FC pada laga awal putaran kedua  Liga 1 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Yogyakarta, Jumat (27/7/2018).

"InsyaAllah tidak akan mempengaruhi permainan dan penampilan di lapangan. Saya akan tetap fokus dan konsentrasi di pertandingan nanti," ujar pemain bernomor punggung 6.

Mantan pemain Persita ini juga mengaku sudah ikhlas, karena ia menganggap semua yang hidup di dunia pasti akan mati, seperti lagu dari grup band Noah dengan judul Tak Ada yang Abadi.

"Karena semua yang hidup di dunia ini pasti akan mati, jadi harus ikhlas akan takdir dariNya," ucap Maman.

Berita Ini Juga Dimuat di KORAN SUPER BALL, Kamis (26/7/2018)

Editor: Dewi Pratiwi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help