Liga 1

Kehilangan Ibu, Maman Abdurrahman Menahan Duka Saat Bela Persija

Mantan pemain PSIS Semarang itu tidak bisa menahan tangis ketika peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan dibunyikan.

Kehilangan Ibu, Maman Abdurrahman Menahan Duka Saat Bela Persija
Media Persija
Maman Abdurrahman 

KABAR duka menimpa bek senior Persija Jakarta Maman Abdurrahman, yang baru kehilangan ibunda tercintanya, Tumiyati binti Muhamad Sutomo di usia 68 tahun.

Tapi, Maman tidak bisa berada di samping ibunya ketika sumber surga itu mengembuskan napas terakhirnya pada Minggu (22/7/2018) pukul 02.00 WIB.

Sebelumnya, Maman bertanding kontra Mitra Kukar pada Sabtu (21/7/2018) lalu dalam keadaan menahan tangis, akibat ibunya terbaring koma di rumah sakit.

Baca: Anies Baswedan: Semakin Kita Meninggikan Harapan, Semakin Banyak Kita Punya Masalah

"Sebelum bertanding lawan Mitra Kukar pun ibu saya sudah dalam keadaan koma, semua keluarga sudah membaca surat Yasin. Alhamdulillah saya kuat dan tetep fokus ke pertandingan," kata Maman kepada Super Ball.

Namun, mantan pemain PSIS Semarang itu tidak bisa menahan tangis ketika peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan dibunyikan.

"Selesai bertanding baru saya nangis. Ingat ibu saya sedang koma. Dan akhirnya ibu meninggal saat saya di perjalanan pulang dari Kukar. Sebelum naik pesawat masih ada, setelah landing sudah tidak ada," jelasnya.

Baca: Ibu Aniaya Putra Semata Wayangnya Pakai Gayung Hingga Tewas Gara-gara Ambil Uang Rp 51 Ribu

Maman juga sebenarnya tidak menyangka harus kehilangan ibunya secepat ini, lantaran sang ibunda yang didiagnosa menderita diabetes, sebelumnya tidak ada tanda-tanda sakit. Bahkan, Maman tidak membawa ibunya ke rumah sakit karena masih terlihat sehat meskipun memang terlihat sedikit lemas.

"Sebelumnya seperti tidak ada apa-apa. Tidak dibawa ke rumah sakit juga karena kelihatan baik-baik saja. Hanya seperti agak lemas saja," papar Maman.

Tidak ada waktu banyak untuk berduka, Maman dan kawan-kawan di Persija sudah kembali terbang ke Bantul, DIY, untuk menghadapi Bhayangkara FC pada Jumat (27/7/2018) besok di Stadion Sultan Agung, Bantul.

Baca: Ibu yang Aniaya Anak Kandung Pakai Gayung Hingga Tewas Juga Sering Pukuli Suaminya

Tapi pemain bertinggi badan 178 sentimeter itu tetap yakin bisa fokus dan konsentrasi dalam melakoni laga perdana di putaran kedua Liga 1 2018 itu.

"Insyaallah tidak akan mempengaruhi (meninggalnya ibu). Saya akan tetap fokus dan konsentrasi di pertandingan nanti Jumat," cetus pemain bernomor punggung 6 itu.

Mantan pemain Persita ini juga mengaku sudah ikhlas, karena ia menganggap semua yang hidup di dunia pasti akan mati, seperti lagu dari band idolanya, Noah berjudul Tak Ada yang Abadi.

"Karena semua yang hidup di dunia ini pasti akan mati, jadi harus ikhlas. Inshaallah ikhlas," kata Maman yang sedang menyiapkan diri untuk terbang ke Bantul bersama skuat Macan Kemayoran. (*)

Penulis: Gisesya Ranggawari
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved