Batam Diterjang Banjir, 40 Rumah Rusak dan 4 Mobil Tertimbun Lumpur

Banjir bah ini disebabkan salah satunya adalah terganggunya daerah resapan air akibat ditimbun oleh perusahaan pengembang perumahan.

Batam Diterjang Banjir, 40 Rumah Rusak dan 4 Mobil Tertimbun Lumpur
Kompas.com/Hadi Maulana
HUJAN mengguyur sekitar satu jam dari pukul 11.40 WIB hingga pukul 12.50 WIB, sebagian wilayah Batam, Kepulauan Riau (Kepri) tergenang air, Rabu (25/11/2018). 

HUJAN yang mengguyur Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Rabu (25/7/2018) siang kemarin menyisakan masalah baru bagi warga Tiban Koperasi, Kecamatan Sekupang, Batam. Puluhan rumah rusak akibat luapan lumpur yang berasal dari air bah.

"Banjir ini menyebabkan 40 rumah mengalami kerusakan, di antaranya beberapa rumah mengalami rusak berat dan sebagian lagi mengalami rusak sedang hingga ringan," kata Arman, Camat Sekupang, Rabu (25/7/2018) semalam.

Selain merusak rumah, bencana ini juga menghancurkan harta benda milik warga, mulai dari perabotan rumah tangga hingga kendaraan.

"Untuk mobil saja ada empat unit yang tertimbun lumpur, belum lagi sepeda motor. Bahkan dari kejadian tadi, jika tidak cepat diketahui warga, mungkin ada salah satu anak yang terbawa arus kencangnya banjir lumpur tersebut," jelas Arman.

Arman mengaku sampai saat ini pihaknya masih mendata rumah-rumah yang mengalami rusak parah, sedang hingga ringan.

Namun untuk warga yang memang rumahnya tidak bisa ditempati malam ini, akan ditempatkan di tenda darurat milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial Pemkot Batam.

"Tapi ada juga yang ditempatkan di rumah tetangga yang memang tidak begitu terdampak terkena luapan banjir lumpur tersebut," kata Arman.

Tidak saja tenda, pihaknya juga menyediakan dapur umum untuk warga korban banjir lumpur.

"Selain pendataan, saat ini proses pembersihan rumah warga sedang berlangsung. Bahkan kami menurunkan empat lori tangki yang berisihkan air bersih untuk membersihkan lumpur-lumpur di 40 rumah yang terkena dampaknya," ujarnya.

Terkait kerugian materi, Arman memperkirakan mencapai belasan miliar.

Halaman
12
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help